Bupati Sambari ketika membuka diklat manajemen akselerasi pembangunan. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Hal ini bisa saya lihat ketika presentasi di hadapan Tim Evaluasi dan Pengawasan Realisasi APBN dan APBD atau TEPRA, “Pejabat tersebut menyerahkan tugasnya kepada bawahannya untuk presentasi. Bahkan saat dipanggil hearing DPRD juga mewakilkan ke bawahannya. Saya berharap pejabat bekerja jangan hanya sekadar menggugurkan kewajiban,” pintanya.
Pada kesempatan itu, Bupati mengajak kepada para pejabat yang mengikuti Diklat agar kesempatan ini dimanfaatkan dengan sebaiknya, agar ada akselerasi dalam pelayanan untuk pencapaian kesejahteraan masyarakat.
“Saya berharap kepada narasumber untuk memfokuskan materinya pada bisldang pemerintahan, investasi, lingkungan hidup, keuangan dan tentang pekerjaan umum,” terangnya.
Sementara Sekda Gresik Djoko Sulistiohadi selaku Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat) mengatakan, peserta pendidikan dan pelatihan manajemen akselerasi pembangunan sebanyak 30 orang pejabat yang usianya di bawah 55 tahun.
Mereka masing-masing 2 orang pejabat eselon II dan 28 orang pejabat eselon III. “Mereka akan menjalani diklat selama enam bulan setiap Jum’at dan Sabtu,” katanya.
Materi yang diberikan oleh Narasumber dari PT Markplus Indonesia selaku pakar ahli dan akademisi serta pejabat di lingkungan Pemkab Gresik, berupa ceramah, tanya jawab, pendalaman materi dengan simulasi, diskusi kelompok dan presentasi serta bainstorming. (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




