Ketua DPD PKS Jombang, Mustofa didampingi pengurus saat konferensi pers di kantornya, Sabtu (20/5/2017). foto: Rony Suhartomo/ BANGSAONLINE
Pria yang menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Jombang ini menjelaskan, 4 mekanisme itu yakni, pertama Pemilihan Umum Internal (PUI) yang dilakukan hari ini, Sabtu (20/5/2017) di kantor PKS. Di mana dalam PUI itu kader PKS dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) tingkat kecamatan dan DPD memilih secara langsung 1 dari 23 nama figur tersebut. Dengan prosedur satu orang kader menuliskan satu figur dalam kertas yang disediakan, kemudian dimasukkan dalam kotak suara.
Mekanisme kedua yaitu survei untuk menyerap aspirasi dari suara masyarakat terhadap 23 nama figur tersebut. Sedangkan mekanisme ketiga adalah komunikasi politik dengan parpol lain dan tokoh masyarakat. Sementara mekanisme terakhir dengan membuka pendaftaran terbuka untuk masyarakat umum.
“Pendaftaran ini kami buka mulai bulan Mei ini hingga Juni. 23 nama itu kami persilahkan untuk mendaftar, termasuk dari kader PKS sendiri,” beber Mustofa.
Setelah melalui semua mekanisme itu, PKS akan memutuskan dua nama untuk diusulkan ke DPW Jawa Timur dan DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PKS. “Untuk persyaratan pendaftar, sama seperti yang ada di KPU. Dan yang jelas harus setia kepada pancasila dan NKRI,” ungkapnya.
Disinggung terkait koalisi, PKS masih membuka peluang untuk mempertahankan koalisi lama pada 2013 saat Pilbup Jombang. Di mana PKS mendukung pasangan Nyono Suharli Wihandoko-Mundjidah Wahab. “Perkiraan bulan Desember, keputusan dari DPP akan turun untuk nama yang harus kita dukung,” tandas Mustofa.
PKS sendiri tidak bisa mengusung pasangan calon sendiri karena hanya mendapat 5 kursi di DPRD. Sedangkan peraturan dari KPU, partai yang boleh mengusung calon sendiri minimal memperoleh 10 kursi di legislatif kota setempat. (rom)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




