"Cari kerja di sini susah, penghasilan minim, paling saat musim cengkeh atau padi saja. Suami saya cuma serabutan, kadang dapat uang kadang tidak sama sekali," imbuh ibu lima orang anak ini.
Sementara itu, Kementerian Sosial mengucurkan bantuan sosial senilai Rp 422 Miliar bagi Provinsi Sulawesi Tengah. Sedangkan Kabupaten Toli-Toli mendapat jatah sejumlah Rp 30,7 Miliar yang terdiri dari PKH Non Tunai Rp 10,1 Miliar untuk 5.372 keluarga, Beras Sejahtera (Rastra) Rp 20,4 Miliar untuk 14.888 keluarga, dan Bansos Lansia senilai Rp 140 juta untuk 70 jiwa.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa dalam sambutannya berpesan agar warga menggunakan bantuan tersebut sesuai peruntukkannya. Jangan sampai digunakan untuk kebutuhan konsumtif yang tidak berdampak pada peningkatan kualitas hidup.

"Pesan pak Presiden jelas jangan gunakan bansos untuk beli rokok dan pulsa kalau tidak ingin dicoret dari daftar penerima bantuan," ujarnya.
Menurutnya, bansos yang diberikan dalam jangka pendek memang diperuntukkan guna mengurangi beban rumah tangga sangat miskin, sementara jangka panjang diharapkan dapat memutus mata rantai kemiskinan antar generasi.
"Jangan sampai bapaknya lulusan SD, anaknya juga cuma sampai SD. Makanya dalam bansos PKH diberikan bantuan untuk siswa sekolah. Tolong digunakan sebaik-baiknya," imbuhnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




