Cara Aman Tinggalkan Rumah saat Mudik Lebaran

Cara Aman Tinggalkan Rumah saat Mudik Lebaran Ilustrasi

Misal, pertama jika berlangganan koran atau majalah, mintalah agar tidak dikirim selama mudik . Selain mubazir tidak ada yang membaca, koran atau majalah yang menumpuk menandakan rumah dalam keadaan kosong.

5. Usahakan setidaknya bagian depan rumah selalu dalam keadaan bersih, bisa dengan meminta bantuan kerabat atau tetangga untuk sesekali membersihkan agar tidak terkesan tidak berpenghuni.

6. Mintalah bantuan kerabat atau tetangga yang tidak mudik untuk menyalakan dan mematikan lampu atau memberi makan hewan peliharaan, jika ada. Jika tidak ingin merepotkan, titipkan hewan peliharaan di tempat penitipan hewan. Bisa juga meletakkan beberapa sandal di depan pintu untuk mengecoh orang-orang yang berniat jahat.

7. Simpan barang berharga di tempat yang paling aman. Simpan barang-barang berharga seperti surat-surat penting, uang dan perhiasan ditempat yang paling aman. Jika membutuhkan keamanan lebih, bisa memanfaatkan layanan penitipan barang yang disediakan oleh Bank dan Pegadaian terdekat. Untuk kendaraan, bisa memanfaatkan layanan penitipan kendaraan yang disediakan oleh kepolisian setempat.

8. Titipkan rumah pada orang yang dipercaya. Titipkan rumah pada kerabat atau tetangga yang tidak mudik. Mintalah untuk sesekali menengok rumah. Sebelum pergi, jangan lupa untuk berpamitan pada ketua RT/RW atau keamanan setempat. Beritahukan sampai kapan akan kembali dan berikan nomer telepon genggam yang dapat dihubungi apabila terjadi hal-hal darurat.

9. Bersihkan rumah dan tutup semua lubang pembuangan sebelum pergi. Untuk menghindari bau busuk dan serangan nyamuk, semut, kecoa dan tikus, bersihkan seluruh isi rumah mulai dari kamar mandi, kulkas, dapur, terutama tempat sampah sebelum pergi. Tutup semua lubang pembuangan dan lubang kamar mandi agar tikus dan kecoa tidak dapat masuk kedalam rumah.

10. Hindari perilaku narsis pamer mudik dimedia sosial. Demi keamanan, untuk sementara waktu hindari aktifitas memposting segala sesuatu terkait kegiatan mudik , terlebih menceritakan setiap detailnya seperti ‘kapan berangkat’, ‘dengan siapa saja’, ‘dirumah ada siapa’, ‘kapan akan pulang’ di media sosial seperti facebook, twitter, instagram, path, ask.fm dan berbagai jenis media sosial lainnya. Segala sesuatu yang diposting di media sosial bersifat publik, artinya siapapun dapat melihat dan mengakses. Berhati-hatilah dalam menyebarkan berbagai informasi yang bersifat pribadi ke media sosial. Bisa jadi ada orang jahat sedang mengintai, mencari target kejahatan dengan mengorek-orek berbagai informasi melalui media sosial. Pasang lampu otomatis.

11. Pasang lampu otomatis yang telah dilengkapi rangkaian elektronik yang mampu mendeteksi cahaya terang dan gelap sehingga akan dapat menyala pada malam hari dan pada siang hari akan mati dengan sendirinya, seperti pada lampu jalan raya, terutama pada rumah bagian depan dan teras. Lampu yang menyala terus-menerus siang dan malam bertanda pemilik sedang tidak ada dirumah. Ini akan menarik perhatian ‘tamu yang tidak diundang’.

12. Pasang alarm keamanan dan kamera pengintai (CCTV). Bila diperlukan, pasang alarm keamanan dan kamera pengintai dibeberapa titik rawan kejahatan dirumah seperti halaman, ruang tamu dan kamar tidur.

13. Setelah berbagai upaya tindakan preventif dilakukan, hal terakhir yang dapat dilakukan adalah berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa agar perjalanan mudik diberikan kelancaran dan keselamatan, juga rumah yang ditinggal dalam keadaan aman. Sepulang dari kampung halaman jangan lupa untuk memberikan bingkisan sebagai tanda terimakasih pada pihak-pihak yang telah membantu menjaga keamanan rumah. Rumah aman, Mudikpun Nyaman. (kcm)

Sumber: kompasiana

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Jelang Lebaran, Pemkab Nganjuk Gelar Gerakan Pangan Murah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO