Kegiatan normalisasi di salah satu titik sungai.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pemkab Pasurun berencana akan melakukan penambahan titik kegiatan normalisasi sungai. Langkah ini dilakukan agar sarana jaringan irigasi bisa berfungsi sebagaimana mestinya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Hanung Widya Sasongko menuturkan, untuk tahun 2017 ini, ada 62 titik jaringan irigasi yang direncanakan untuk dinormalisasi tahun ini. Dari jumlah itu, sudah ada sekitar 40 titik yang rampung dinormalisasi. Sehingga, masih menyisakan 22 titik sungai yang akan dinormalisasi.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
- Wabup Pasuruan Pantau GPM Serentak di Halaman Kecamatan Kejayan
Meski belum seluruhnya rampung, namun pemkab sudah merencanakan penambahan kegiatan setidaknya sebanyak 10 titik. “Jika rampung semuanya titik yang kita proyeksikan, kita rencanakan untuk menambah kegiatan normalisasi. Titiknya tidak banyak, ada 10 lokasi saja pertimbangan waktu juga,” jelasnya pada Bangsaonline.com belum lama ini.
Dengan tambahan itu, artinya akan ada sebanyak 72 titik jaringan irigasi yang akan dinormalisasi. Titik-titik jaringan irigasi itu, akan disebar di sejumlah wilayah yang ada di Kabupaten Pasuruan. Mulai Pandaan, Beji, Bangil, Purwosari, Purwodadi, Sukorejo, Gempol, Rembang, Pohjentrek, Kraton, Winongan, Grati, Rejoso, Lekok dan Nguling.
Dikatakan Hanung, penambahan kegiatan normalisasi itu, tidak akan menunggu P-APBD. Karena, akan memanfaatkan anggaran yang tersedia di APBD 2017. Seperti yang diketahui, Pemkab menyiapkan dana hingga Rp 2,6 miliar untuk kegiatan normalisasi tersebut. (bib/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




