Moch Eksan.
Eksan juga meminta pemprov dan BNN bekerjasama dengan organisasi atau lembaga swadaya masyarakat (LSM) anti narkoba seperti Gerakan Rakyat Anti Narkoba (Granat) dan Badan Ansor Anti Narkoba (Baanar), karena mereka punya jaringan sampai ke bawah, sehingga efektif dalam mengawasi dan membatasi peredaran narkoba.
“Aparat pemerintah dan BNN sangat terbatas, perlu bersinergis dengan Granat atau Baanar. Merekalah yang punya anggota dan jaringan sampai ke bawah,” pungkas Eksan.
Untuk diketahui, Tim Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Mabes Polri menggeledah rumah distribusi obat Paracetamol, Cafeine, and Carisoprodol (PCC) di Surabaya, Selasa, (19/9) dini hari
Berdasarkan penjelasan Dir IV Tipid Narkoba Bareskrim Polri, Brigjend Pol Eko Daniyanto, penggeledahan ini merupakan pengembangan kasus dari penggerebekan pabrik PCC di Cimahi Jawa Barat (Senin, 18/9).
"Yang di Surabaya merupakan pengembangan kasus di Cimahi," ujar Eko yang juga memimpin langsung operasi penggeledahan tersebut.
Untuk diketahui, polisi sebelumnya berhasil mengerebek sebuah pabrik yang diduga memproduksi obat jenis PCC di jalan Kihapit Timur 141, RT 09 RW 20 Kelurahan Leuwigajah, Cimahi Selatan, Jawa Barat.
Di dalam operasi itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti yang diduga menjadi bahan olah pil PCC. Sebagai tindak lanjut operasi tersebut, polisi kemudian mengembangkannya ke Surabaya.
Di rumah yang berolakasi di Wisma Permai Timur 1 Nomor 24, Mulyorejo ini polisi menyita 1.280.000 pil PCC siap edar. Rumah ini diduga sebagai lokasi pengemasan obat sebelum diedarkan. Tak hanya obat-obatan, di lokasi ini juga tampak beberapa plastik yang diduga sebagai bahan kemasan PCC. Saat ini, barang bukti jutaan pil PCC terseb telah diamankan oleh polisi dan dibawa ke Jakarta. Sedangkan rumah tersebut telah disegel oleh polisi. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




