Jelang Hari Jadi Tuban ke-724, Marak Wartawan Abal-abal Minta 'Sumbangan'

Jelang Hari Jadi Tuban ke-724, Marak Wartawan Abal-abal Minta Ilustrasi

Terkait maraknya ulah wartawan yang kerap meminta uang, Ketua Ronggolawe Pers Solidarity (RPS) Tuban, Khoirul Huda, mengimbau agar masyarakat cerdas bagaimana membedakan wartawan sesungguhnya dan wartawan abal-abal.

"Jangan sampai percaya dengan selembar ID card yang berembel-embel wartawan. Bila perlu jangan dikasih uang jika wartawan tersebut meminta-meminta. Jika ada wartawan memeras atau minta uang secara memaksa, sebaiknya laporkan kepada pihak yang berwajib. Bahkan kalau bisa difoto," tegas Huda.

"Apapun alasannya, wartawan dilarang meminta uang ke narasumber karena dalam jurnalistik itu tidak dibenarkan dan menyalahi kode etik," tandasnya.

Senada disampaikan Ketua PWI Kabupaten Tuban, Pipit Wibawanto. "Jangan takut jika diancam akan dikorankan atau dimediakan. Bila perlu tanya dulu identitasnya dan kroscek dulu nama medianya. Cara mengecek nama media bisa dilihat dari websitenya dewanpers.or.id. Dalam website tersebut akan terlihat apakah media tersebut resmi atau ilegal," terangnya.

"Jangan hanya percaya dengan kartu ID card saja, tapi tanya juga kartu UKW-nya. Biasanya wartawan yang suka meminta-minta tidak memiliki kartu UKW," papar Pipit. (wan/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO