Selasa, 09 Maret 2021 04:54

Polres Kediri Bongkar Sindikat Penjualan Bayi Via Facebook

Selasa, 17 Oktober 2017 21:09 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Arif Kurniawan
Polres Kediri Bongkar Sindikat Penjualan Bayi Via Facebook
Beberapa barang bukti saat diamankan di Mapolresta Kediri. Foto: ARIF KURNIAWAN/BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Petugas Satreskrim Polres Kediri mengungkap sindikat penjualan bayi melalui media sosial facebook. Dua orang pelaku berhasil diamankan, satu diantaranya ibu bayi dan perantara jual beli.

"Pelakunya adalah IR (20) warga Desa Wonosari, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri. Dia tega menjual bayi keduanya yang baru lahir itu kepada orang lain dengan harga Rp 11 juta," ucap Kapolresta Kediri AKBP Anthon Haryadi kepada BANGSAONLINE, Selasa (17/10).

Ia menuturkan, terbongkarnya kasus penjual bayi tersebut bermula dari laporan Istiqomah, nenek korban (bayi, red). Ibu dari tersangka IR itu curiga melihat putrinya pulang dari persalinan justru tidak membawa anak. “Dari laporan sang nenek inilah, akhirnya kita berhasil mengamankan pelaku,” ungkapnya.

Dijelaskan, jual beli dengan modus adopsi anak tersebut bermula dari NS (28) yang membuat sebuah grup facebook bernama 'Adopsi Bayi Sehat'. Dengan memanfaatkan media sosial tersebut, NS  kemudian menawarkan jasa adopsi tersebut kepada anggota grup. 

Bayi laki-laki itu lalu dijual kepada salah satu anggota grup  yakni Sunarsih, warga Kediri, sesaat setelah proses persalinan di rumah sakit. Dari transaksi jual beli senilai Rp 11 juta, ibu bayi menerima Rp 5 juta, sedangkan Nofita, mendapat lebih besar yakni Rp 6 juta. 

IR mengaku tega menjual bayinya karena butuh uang untuk biaya ke Kalimantan, bekerja di perusahaan kelapa sawit. Sedangkan NS, warga Dusun Dadapan, Desa Sumberejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri itu juga ikut diamankan karena sebagai perantara dalam jual-beli bayi itu.

Akibat perbuatannya itu, kedua tersangka dijerat pasal 83 UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan ancaman tiga hingga 15 tahun dan denda paling banyak Rp 300 juta. Saat ini polisi masih mendalami proses penyelidikan untuk membongkar dugaan pelaku lain di dalam sindikat tersebut. (rif/ian)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 08 Maret 2021 05:25 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Politik dan bisnis sama kejam. Itulah persepsi yang berkembang. Tapi Elon Musk – pemilik Tesla - orang terkaya nomor 1 di dunia - dan Jim Farley – pemilik Ford – tak saling kudeta. Justru saling respek.Padahal mer...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...