Selain itu, pihak KPU Jatim juga melakukan sosialisasi Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 mendatang. Yaitu tingkat keluarga dan warga internet (netizen). Dua sasaran itu dinilai penting dalam konteks kekinian, sesuai dan mengikuti perkembangan zaman.
“Basis keluarga dan netizen akan menjadi perhatian terkini dalam sosialisasi dan pendidikan pemilih, selain sasaran yang lain. Itu juga merupakan amanah dari Peraturan KPU Nomor 8 Tahun 2017,” ujarnya.
Gogot menilai basis keluarga sangat tepat untuk sasaran sosialisasi dan pendidikan pemilih. Sebab, didalam keluarga terdapat pemilih yang sudah terdaftar dan anak selaku calon pemilih pemula. Penyelenggara pemilu sendiri juga bisa langsung berinteraksi dengan keluarga, sehingga sosialisasi dan pendidikan pemilih akan lebih tepat sasaran. “Metodenya bisa dilakukan saat coklit dan forum warga, sehingga lebih tepat sasaran,” terang Gogot.
Alumni Universitas Jember (Unej) ini menambahkan, terkait sosialisasi berbasis Netizen merupakan jawaban atas kondisi kekinian yang sudah memasuki era milenial dan digital. Dimana, keberadaan Netizen terutama yang berkaitan dengan media sosial (medsos) juga tidak bisa dikesampingkan. Terlebih, penduduk Indonesia termasuk Jawa Timur di dalamnya adalah banyak pengguna internet aktif.
“Sekitar 51 persen dari total penduduk Indonesia merupakan pengguna internet atau medsos. Ini yang akan kami sasar dalam sosialisasi dan pendidikan pemilih nanti,” terang aktivis GP Ansor Jember tersebut. (mdr)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




