Warga enggan melepas tanahnya untuk proyek pembangunan kilang minyak Rosneft. foto: GUNAWAN/ BANGSAONLINE
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sosialisasi pengadaan tanah untuk pembangunan proyek srategis Nasional kilang minyak kepada masyarakat Desa Mentoso dan Desa Remen, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, di Hotel Wilis Kecamatan setempat diwarnai protes, Minggu (5/11).
Ratusan warga yang hadir dalam pertemuan tersebut dengan tegas menolak melepas tanahnya untuk digunakan sebagai lokasi berdirinya proyek kilang minyak Rosneft Oil Company.
BACA JUGA:
- Terus Dikebut, Pembangunan Kilang GRR Tuban Serap 98 Persen Tenaga Lokal
- Kilang Minyak Tuban Butuh Pasokan Listrik Zero Failure, Pertamina Rosneft Gandeng PLN
- Berdayakan Warga Lokal, Pertamina Rosneft Kirim 26 Pemuda Terbaik ke PEM Akamigas Cepu
- Warga Luar Mulai Tampak Berkeliaran, Polisi Terus Bersiaga di Kampung Miliarder Tuban
Pantauan BANGSAONLINE.com di lapangan, ratusan warga yang hadir memenuhi gedung pertemuan berteriak “Tidak” saat perwakilan dari Pertamina menjelaskan materi sosialisasi. “Ora ape tak dol (Tidak akan saya jual),” teriak para warga yang hadir dalam sosialisasi.
Menurut Suwarto, salah satu warga yang maju ke depan panggung untuk menyuarakan aspirasinya, pembangunan kilang minyak tersebut hanya akan merugikan masyarakat. Ia meyakini, apabila kilang minyak itu dibangun, maka masyarakat akan kehilangan mata pencaharian karena sebagian besar warga berprofesi sebagai petani.
Sementara Narto, warga lainnya, mengaku menolak pembebasan lahan tersebut karena khawatir harganya yang terlalu murah. “Warga sudah dua kali ini terimbas pembebasan lahan untuk proyek-proyek sebelum ini. Jadi sudah trauma, takut kejadian yang dulu terulang kembali,” ucap Narto.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




