Pemkot dan DPRD serta sejumlah elemen masyarakat saat meninjau lokasi Masjid Assakinah yang akan mulai dibangun Jumat besok.
Tidak hanya itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DPRKPCKTR) Eri Cahyadi. Ia mengatakan dalam rencana awal, desain pertama, dari gedung baru DPRD ada ruang untuk DKS dan BMS di dua lantai setengah.
"Rencana itu sudah kami sampaikan ke wali kota juga, saya sampaikan bahwa ada 2,5 lantai gedung DPRD yang baru di antaranya adalah untuk DKS dan BMS, jadi tidak keluar dari Balai Pemuda," kata Eri.
Eri kembali menegaskan memasukkan DKS dan dalam perencanaan di gedung baru dewan, sesuai saran DPRD agar mereka tidak sampai keluar komplek Balai Pemuda. "Nanti kita akan undang DKS dan BMS untuk bicara bersama. Supaya bisa disesuaikan kebutuhannya seperti apa. Tadi sempat ada pertimbangan kalau jadi masuk ke gedung tujuh lantai itu, aksesnya mau dipisah agar tidak menjadi satu, maka kita akan bicarakan," kata Eri.
Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPRD Kota Surabaya Armuji. Ia mengatakan, perubahan rencana pembangunan DPRD ini sudah diubah sebagai tiga kali.
Menurut politisi PDIP ini, revisi ini merupakan bentuk akomodir suara dan kebutuhan masyarakat dan kelompok. "Artinya masukan semua kita tampung, dari ulama, dari komunitas, dari seniman. Kita mencari jalan keluar terbaik dan bagaimana yang benr," ucap Armuji.
Dalam hearing yang dilakukann siang ini, sudah disepakati bahwa DKS dan BMS untuk tidak keluar di Balai Pemuda. Selain itu perluasan masjid tetap akan dilakukan dan DKS juga BMS akan mendapatkan tempat di Balai Pemuda.
"Gedung DPRD yang baru tidak akan memakan lahan Balai Pemuda. Tapi mengepras lahan elakang kantor kita eksisting, kantor sekwan dan banmus yang akan kita kepras," ucap Armuji. (lan/ros)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




