Sutrisno Kembangkan Seni Batik Surabaya di Dolly

Sutrisno Kembangkan Seni Batik Surabaya di Dolly Sutrisno menunjukkan karyanya yang belum selesai. Foto: zulfa ami

Maka, Sutrisno konsisten mengembangkan desain-desain khasnya, untuk mencapai kelas premium itu. “Di pelatihan hanya dapat dasar-dasar membatik saja, meliputi menyanting, mewarnai, fixasi, blok dengan warna, dan memberi warna. Kalau kita nggak kreatif, batik kita hasil dan polanya ya gitu-gitu saja. Memang awalnya saya hanya eksperimen saja, ternyata pasar berminat dengan karya saya,” papar dia.

Meski dengan desain kreatif dan unik, batik karya Sutrisno ini dibandrol termurah Rp 200 ribu ukuran selendang, dan kisaran Rp 2 juta untuk ukuran jarit. Ini sudah dijamin ada ikon Surabaya di dalamnya, misalnya seperti monumen kapal selam, logo sura dan baya, bambu runcing. Rata-rata, penghasilan dia dari usaha batik ini sekitaran Rp 2 juta.

Dia mengerjakan semua proses produksi sendiri. Mulai membuat pola, dan selanjutkan melalui seluruh proses membatik. Tentunya, cukup rendah produktivitas Sutrisno ini. Gambarannya, untuk membuat tiga batik ukuran selendang, paling cepat menghabiskan waktu 1 minggu. Itu pun belum termasuk pewarnaan dasar. Sutrisno mengakui, bahwa membatik itu rumit dan membutuhkan waktu lama. Wajar, kata dia, anggota UKM Al Mujabbar banyak yang keluar karena kurang telaten.

Sutrisno yang asli Surabaya ini ingin mengembangkan seni batik khas Surabaya. Pasalnya, pembatik yang ada di Surabaya umumnya orang luar kota. Bahkan, pernah dia ditawari untuk mempatenkan desain khas Surabaya ini, tapi dia menolak karena dinilainya bikin ribet. Setidaknya, karyanya sudah bisa didisplay di showroom khusus UKM di Gedung Siola, Delta Plaza, Meer, Gapura Surya.

Di sisi lain, juga ada UKM batik di kawasan sama, bernama Canting Surya. Jika produksi Sutrisno cukup 3 lembar perminggu, tidak dengan UKM Canting Surya. UKM ini melayani pesanan batik untuk Pemkot sebanyak 2000 lembar. “Sudah kita kerjakan sejak tiga bulan lalu. Dan targetnya bulan Februari besok harus selesai semua,” kata Mike, anggota UKM Canting Surya. “Desainnya, dibikinkan Rumah Batik,” tambah dia. (*)