Situasi ketika banjir di Babat Lamongan.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Hujan yang mengguyur wilayah Lamongan termasuk Babat, menyebabkan belasan rumah di lingkungan Santren Kelurahan Banaran, Kecamatan Babat tergenang, Jumat (19/1).
Curah hujan yang begitu tinggi mengakibatkan sedikitnya 19 rumah warga tergenang. "Ini tinggi air genangan hampir 30 sentimeter," kata Hamim Anwar warga Babat, Jumat (19/1).
BACA JUGA:
- Pemkab Lamongan Salurkan 54 Ton Beras dan Ribuan Paket Sembako untuk Warga Terdampak Banjir
- Banjir Luapan Bengawan Jero Lamongan Mulai Surut, Sejumlah Jalan Alami Kerusakan
- Sempat Surut, Banjir Bengawan Jero Kembali Genang Permukiman Warga Lamongan
- Jarang Banjir, Puluhan Rumah di Moropelang Lamongan Terendam Air Luapan Sungai
Air tidak bisa langsung habis karena topografi lingkungan santren lebih rendah. Warga yang terdampak, berharap hujan segera reda dan banjir air hujan yang menggenangi rumah warga segera turun.
Untungnya genangan tidak sampai merambah ke sejumlah gedung lembaga pendidikan terdekat. Air tidak hanya ada di pelataran rumah warga, namun masuk hingga ke dalam rumah. Praktis, genangan air ini mengganggu aktifitas warga. "Topografi lokasi sering menyebabkan banjir bila hujan deras," katanya.
Untungnya permukaan air Bengawan Solo saat ini surut. Beda lagi ketika air Bengawan Solo meluap. Jika tidak diambil langkah, maka setiap musim penghujan akan mengalami kejadian serupa.
Camat Babat, Suharto mengungkapkan, banjir yang menggenangi rumah warga itu akan segera surut dalam waktu beberapa jam. "Karena nanjir ini bukan karena luapan Bengawan Solo," ungkapnya. (qom/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




