Luapan Bengawan Jero Meluas hingga 6 Kecamatan, Pemkab Lamongan Tetapkan Tanggap Darurat

Luapan Bengawan Jero Meluas hingga 6 Kecamatan, Pemkab Lamongan Tetapkan Tanggap Darurat Air luapan Bengawan Jero yang merendam salah satu bangunan sekolah di Lamongan

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten Lamongan menetapkan status tanggap darurat bencana menyusul meluasnya banjir akibat luapan Sungai Bengawan Jero yang merendam ribuan rumah warga.

Berdasarkan data terbaru, banjir menggenangi 2.736 rumah di 27 desa dengan jumlah warga terdampak mencapai 10.672 jiwa. Genangan air tersebar di enam kecamatan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Lamongan, M. Nalikan, mengatakan penetapan status tanggap darurat dilakukan seiring meningkatnya elevasi air di Bendungan Blawi yang telah mencapai angka 78.

“Status tanggap darurat sudah kita berlakukan. Dengan naiknya elevasi Bendungan Blawi hingga 78, genangan sudah meluas di enam kecamatan, sehingga pemerintah daerah menetapkan kondisi darurat,” kata Nalikan, Rabu (14/1/2026).

Sebagai langkah awal penanganan, Pemkab Lamongan melakukan penyisiran dan pembersihan sungai pembuang guna memperlancar aliran air. Pemerintah daerah juga mewajibkan pendirian posko kesehatan di setiap desa terdampak.

“Posko di masing-masing desa wajib dibuat oleh Puskesmas, Pustu, maupun bidan desa. Seluruh tenaga kesehatan harus siaga penuh melayani masyarakat terdampak,” tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, bantuan sembako mulai disalurkan secara bertahap, terutama ke Kecamatan Turi, Kalitengah, dan Weduni. 

Pemkab Lamongan juga terus berkoordinasi dengan Pemprov Jatim dan pemerintah pusat.

“Bantuan makanan cepat saji dari BPBD Provinsi Jawa Timur sudah mulai datang. Selain itu, kami mengajukan 22 ton beras cadangan pangan pemerintah ke Badan Ketahanan Pangan Nasional dan saat ini masih menunggu persetujuan untuk pencairan melalui Bulog,” jelasnya.

Di sektor pendidikan, sekolah-sekolah di wilayah terdampak diarahkan untuk melaksanakan pembelajaran secara daring. 

Sementara itu, untuk menjaga mobilitas warga, khususnya pelajar, pemerintah daerah menyiagakan armada truk sebagai sarana transportasi melintasi wilayah banjir.

“Transportasi bagi anak sekolah yang menuju pusat kota akan kami bantu dengan armada truk agar tetap bisa beraktivitas meski kondisi banjir,” pungkasnya (van)