Sabtu, 05 Desember 2020 00:00

Dinilai Minim Manfaat, Aktivis FMGPCB Minta Bupati Gresik Kurangi Proyek Mercusuar

Rabu, 24 Januari 2018 13:17 WIB
Wartawan: M. Syuhud Almanfaluty
Dinilai Minim Manfaat, Aktivis FMGPCB Minta Bupati Gresik Kurangi Proyek Mercusuar
Stadion Gejos di Desa Segoromadu, Kebomas. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Forum Masyarakat Gresik Peduli Cagar Budaya (FMGPCB) mengingatkan Bupati Sambari terkait sejumlah proyek mercusuar yang dibangun di bawah pemerintahannya. Ia meminta agar proyek-proyek tersebut memberi manfaat bagi masyarakat lantaran menelan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Gresik miliaran rupiah.

"Lihat itu proyek Stadion Gelora Joko Samudro (Gejos). Proyek yang menelan uang rakyat hampir Rp setengah triliun ini hingga saat ini tak terpakai, bahkan terkesan mangkrak," ujar Agus Budiono salah satu aktivis FMGPCB yang getol menolak revitalisasi Alun-Alun Gresik ini.

Sekadar diketahui, saat ini kelanjutan proyek stadion Gejos memang belum jelas karena terbentur anggaran. Saat ini proyek stadion tersebut baru menuntaskan pembangunan 1 tribun sisi barat.

Selain Stadion Gejos, Agus Budiono juga menyoroti proyek revitalisasi alun-alun. Sebab, pembangunan tahap pertama pada tahun 2017 gagal diselesaikan oleh rekanan pelaksana PT. Cipta Prima Selaras. Padahal, Pemkab mengalokasikan anggaran sebesar Rp 15,4 miliar. "Masak revitalisasi Alun-alun akan mangkrak lagi. Mangkrak lagi, mangkrak lagi," cetusnya.

Sebagai masyarakat, Agus mengaku sangat menyesalkan langkah Pemkab Gresik yang gemar membangun proyek mercusuar. Menurutnya, proyek-proyek tersebut manfaatnya bagi masyarakat sangat kecil, dibanding anggarannya yang fantastis.

"Pemkab Gresik banyak mengenyapingkan kebutuhan dasar seperti mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran. Bisa dilihat sendiri bahwa jumlah kemiskinan di Kabupaten Gresik masih tinggi," paparnya.

Karena itu, Agus mendesak Pemkab Gresik agar mengurangi kebiasaan membangun proyek mercusuar. "Seperti proyek revitalisasi Alun-alun tahap I yang anggarannya Rp 15,4 miliar. Uang sebesar itu kalau dibuat ngurusi pedagang kaki lima (PKL) kan tak ada yang terlantar seperti eks PKL Alun-Alun," pungkasnya.

Sayang, berita ini masih membutuhkan keterangan lebih lanjut dari pihak terkait Pemkab Gresik. (hud/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...