Waroeng Pondok Salak Bojonegoro Andalkan Belut Tangkapan, Bukan Hasil Budidaya

Waroeng Pondok Salak Bojonegoro Andalkan Belut Tangkapan, Bukan Hasil Budidaya Bupati Bojonegoro Suyoto (kanan) usai menikmati menu masakan di Waroeng Pondok Salak. foto: Reni Ambarsari/ BANGSAONLINE

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Warung makan Pondok Salak spesialis belut di Desa Bendo, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro menjadi jujukan pejabat, termasuk Bupati Bojonegoro Suyoto.

Warung ini menyajikan makanan rumahan, dengan tiga bahan dasar utama, yaitu belut, ayam, dan gurami. Proses bakar ayam, gurami, dan belut ini dilakukan secara tradisional dalam bara api.

Eko (36), pemilik Waroeng Pondok Salak, saat ditemui bangsaonline.com, menjamin bahwa belut yang dimask adalah alami dan bukannya hasil budidaya. Ia juga menambahkan bahwa saat memasak, semua makanannya dipastikan matang sempurna. “Kalau di Kota, belutnya cuma dihangat-hangatkan, ya to? Kalau saya, langsung dalam bara api, matang baru dipenyet,” ujardia.

Warung Pondok Salak yang berdiri sejak 8 tahun lalu didesain dalam pondok-pondok minimalis yang memanjang, di sekeliling rumah pemilik. Selain itu, ada banyak pohon salak yang ditanam untuk membuat suasana kian sejuk.

Sumber: *Reni Ambarsari

Simak berita selengkapnya ...