
SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Ratno, warga Dusun Sambiroto, Desa Trosobo, Kecamatan Taman, Sidoarjo akhirnya bisa mengoperasikan mata sebelah kanannya. Sejak tahun 2013 pandangannya terganggu akibat penyakit katarak.
Pria berumur 59 tahun itu mengaku sangat senang karena bisa mendapatkan pengobatan secara gratis dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Sidoarjo melalui bakti sosial operasi katarak gratis.
"Hari Jumat saya dan warga penderita katarak lainnya diberangkatkan dari Kantor Kejari Sidoarjo ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Dan kemarin, Sabtu (24/3) mata saya dioperasi di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur. Setelah dioperasi kami menginap lagi di Asrama Haji untuk mendapatkan perawatan dan hari ini kami diperbolehkan pulang," kata Ratno saat ditemui di Kantor Kejari Sidoarjo, Minggu (25/3).
Ratno mengaku jika dirinya tergolong warga kurang mampu sehingga tidak ada biaya untuk mengoperasikan mata kananya yang kena katarak tersebut.
"Kalau operasi sendiri jelas tidak mampu, tidak punya biaya saya. Makanya saya bersyukur bisa dapat operasi katarak gratis yang diselenggarakan Kejaksaan ini. Semoga hasil operasi kemarin mata saya bisa kembali melihat dengan normal," harapnya.
Lebih jauh Ratno mengungkapkan jika fasilitas yang diberikan Kejari Sidoarjo kepada pasien operasi katarak asal kota delta itu sangat bagus. Selain itu Kejari Sidoarjo juga memberikan pendampingan kepada 10 warga Sidoarjo yang ikut operasi ini.
"Selama tiga hari ini kami dimanjakan fasilitas yang baik kayak di hotel dan kami juga didampingi langsung oleh staf dari Kejari Sidoarjo selama berada di Asrama Haji Surabaya maupun saat operasi di Kejati Jatim," terang Ratno.
Pihaknya juga berterima kasih kepada Kepala Kejari Sidoarjo, Budi Handaka. Sebab, selain sudah mendapat operasi gratisan, tiap pasien katarak asal Sidoarjo juga mendapat uang saku Rp. 1 juta dan sembako. "Semoga kebaikan Kejari Sidoarjo dibalas Allah," doa Ratno.
Senada dengan Ratno, Kuswabana, keluarga pasien operasi katarak gratis yang ikut mendampingi kakak kandungnya Ny. Sri Ajeng mengrapresiasi kegiatan Bakti Sosial operasi katarak gratis yang diselenggarakan oleh Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) pusat ini.
"Sudah 10 tahun kakak saya (Ny Sri Ajeng red) menderita katarak, Alhamdulillah kemarin Sabtu sudah menjalani operasi katarak di Kejati Jatim. Semoga kakak saya cepat bisa melihat dengan normal lagi seperti sedia kala. Saya selaku keluarga sangat mengapresi kegiatan sosial Kejaksaan ini. Semoga Kejari Sidoarjo bisa memfasilitasi lagi kegiatan sosial seperti ini. Semoga Kejari Sidoarjo bisa mengadakan sendiri Operasi Katarak Gratis bagi warga Sidoarjo yang tidak mampu," harap pria yang akrab disapa Pak Kus ini.
Sementara itu, menurut Kepala Kejari Sidoarjo, Budi Handaka, bakti sosial itu berpusat di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur di Surabaya. "Selama tiga hari kemarin, para peserta dari operasi katarak kami inapkan di Asrama Haji Surabaya. Selama di penginapan mereka mendapat fasilitas dan juga didampingi oleh staf Kejari Sidoarjo," kata Budi Handaka.
Budi Handaka memaparkan jika proses operasi hari pertama peserta di-screening, kemudian hari kedua pelaksanaan operasi di Aula Kantor Kejati Jatim dan hari ketiga adalah perawatan pascaoperasi. Semuanya gratis, termasuk konsumsi, akomodasi dan sebagainya selama di Asrama Haji.
"Hari ini mereka sudah diperbolehkan pulang, dan sebelum pulang ke rumah masing-masing para pasien kami kumpulkan di Kantor Kejari Sidoarjo untuk mendapatkan pengarahan rawat jalan dan kesepuluh warga ini juga mendapat uang saku Rp. 1 juta dan bingkisan dari kami (Kejari Sidoarjo)," papar Pria asal Gunung Kidul, Yogyakarta ini.
Budi Handaka berharap dalam waktu dekat acara serupa akan digelar di Kantor Kejari Sidoarjo. "Kejaksaan selain mempunyai tugas wewenang dalam penegakan hukum juga harus memiliki rasa kebersamaan, sosial dengan masyarakat.
Dengan program seperti ini, setidaknya kita bisa membantu meringankan beban mereka. Semoga dalam waktu dekat Kejari Sidoarjo akan membuat acara serupa sendiri untuk masyarakat tidak mampu di Kabupaten Sidoarjo," pungkasnya. (cat/ian)