Sedangkan Ketua Harian DPD Partai Golkar Jatim, Freddy Poernomo mengaku belum bisa memberikan informasi terkait keberadaan Feriyal diacara internal Partai Golkar. Menurut Ketua Komisi A DPRD Jatim itu, dirinya tidak hapal peserta orientasi satu per satu.
Dirinya baru bisa memberi jawaban hari Rabu (9/5), karena pada hari itu akan dilaksanakan rapat evaluasi. Dalam rapat itu, dirinya baru mendapat laporan terkait pelaksanaan program orientasi fungsionaris dan pembekalan bacaleg, termasuk nama-nama peserta.
“Kalau sekarang, saya belum tahu Mbak Feriyal ikut apa tidak jadi peserta. Besok (Rabu-red) baru bisa saya lihat namanya ada atau tidak, besok kita ada rapat evaluasi terkait program tersebut,” tandas Freddy.
Sementara dari pihak PKB, Syamsul Arifin mengakui mendengar kabar Feriyal pindah ke Golkar pada Senin (7/5) kemarin. Namun Ketua DPC PKB Kota Surabaya ini mengaku belum mendengar langsung informasi itu dari mulut Feriyal langsung. Pdahal hubungan keduanya tergolong dekat. Bahkan pada pemilu 2014 silam, keduanya sempat bertandem. Syamsul sebagai caleg Surabaya, Feriyal sebagai caleg Jatim. Keduanya satu daerah pemilihan. Namun, karena saat masa kampanye Syamsul harus menjalani operasi dan beristirahat panjang. Sehingga tidak bisa maksimal menjalani masa kampanye.
Adik kandung Menpora RI, Imam Nahrawi itu terakhir bertemu Feriyal seminggu lalu. Saat itu ada kegiatan senam Jatim Makmur dalam rangka sosialisasi Gus Ipul-Puti di Surabaya. Saat itu, tak ada tanda-tanda apalagi pembicaraan kalau Feriyal punya niatan pindah partai.
“Selama belum mendengar langsung dari yang bersangkutan, saya belum percaya kabar tersebut. Setahu saya justru Mbak Fey lagi semangat ber-PKB, baik di partai maupun di Perempuan Bangsa. Kita lihat saja nanti, saya tidak bisa menduga-duga,” kelit Syamsul.
Sampai berita ini dibuat, Feriyal belum bisa dikonfirmasi, telepon genggamnya tidak aktif saat dihubungi. Pesan via wa yang dikirim juga belum kunjung dibalas. (mdr/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




