Mangkrak 4 Tahun, Tim ITS Uji Kekuatan Jembatan Brawijaya Kediri

Mangkrak 4 Tahun, Tim ITS Uji Kekuatan Jembatan Brawijaya Kediri Beberapa dum truk dengan muatan saat digunakan unutk menguji beban berat Jembatan Brawijaya Kota Kediri. Foto: ARIF K/BANGSAONLINE

KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Tim institute Teknologi Surabaya (ITS) bersama Dinas Pekerjaan Umum Kota Kediri lakukan Uji kekuatan pada jembatan Brawijaya (JB) yang sudah mangkrak pembangunannya hingga beberapa tahun belakangan.

Sesuai rencana tahun 2018 ini, jembatan penghubung Kecamatan Kota dan Mojoroto ini dipastikan bisa dilanjutkan pembangunannya usai dilakukan uji skala kekuatan jembatan, Kamis (9/5).

Ketua Tim Teknis pengujian dari ITS Muji Imawan mengatakan, jika pihak Pemerintah Kota Kediri masih meragukan ketahanan jembatan Brawijaya yang sudah mangkrak selama 4 tahun.

"Pihak Pemkot Kediri meminta ITS untuk melakukan skala uji kekuatan jembatan bilamana dilanjutkan,” ungkap Muji saat ditemui di lokasi jembatan Brawijaya.

Lebih lanjut muji menjelaskan , untuk saat ini skala uji pada jembatan Brawijaya dengan panjang total 171 meter tersebut dengan cara memarkir kendaraan dum truk dengan muatan sebanyak 8 unit dengan berat kurang lebih 400 ton. Dan teknisi melakukan pemantauan dan pengukuran di bawah jembatan apa ada perubahan.

“Kita mensimulasikan apabila terjadi kemacetan dengan adanya muatan diatas jembatan dengan berat 400 ton adakah perubahan yang signifikan," ungkap Muji.

Untuk hasil sementara, biarpun mangkrak pembangunanya, jembatan tidak ada masalah dalam uji skala muatan untuk sisi barat maupun bagian timur. 

“Untuk pengujian bagian tengah yang panjangnya 39 meter, kita belum bisa melakukanya karena masih belum dicor. Mungkin bisa dilakukan pengujian untuk bagian tengah,” ungkap Muji.

Muji juga menambahkan hasil dari skala uji ini untuk mengetahui kekuatan jembatan Brawijaya bilamana dilanjutkan pembangunanya. 

“Jangan sampai terjadi seperti jembatan Widang Lamongan, baru dua truk yang ada di atas jembatan, tiba-tiba putus,” kata Muji.

Dan hasil dari pengujian ini diperkirakan satu bulan akan keluar.

"Namun pada saat ini analisa yang kita dapat dilapangan tidak begitu terpengaruh bilamana jembatan dilanjutkan pembangunanya," pungkas Muji.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Martini yang ikut dalam pengujian skala kekuatan oleh tim dari ITS menyatakan, jika jembatan Brawijaya akan dilanjutkan pembangunanya pada tahun 2018 ini. 

“Yang jelas 2018 ini pembangunan lanjutan jembatan Brawijaya akan dilakukan,” ungkap Martini.

Skala pengujian ini termasuk dalam teknis kelanjutan pembangunan jembatan Brawijaya, selain itu juga menunggu legal opinion dari Kejati Jatim untuk melanjutkan pembangunanya. 

“Kasihan masyarakat karena jembatan Brawijaya sangat dibutuhkan oleh warga kota Kediri,” pungkas Martini. (rif/ian)