IAIN Tulungagung Wisuda Mahasiswa, Bertekad Jadi Universitas Islam

IAIN Tulungagung Wisuda Mahasiswa, Bertekad Jadi Universitas Islam

Proyeksi Masa Depan

Perjalanan sejarah IAIN Tulunagung bermula sejak ditetapkannya SP IAIN pada 26 Juli 1968, yang kemudian dikukuhkan Menteri Agama RI kala itu, K.H. Achmad Dahlan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama RI tertanggal 17 Juli 1968 menjadi IAIN Sunan Ampel Cabang Tulungagung.

Pada tahun 1997, IAIN Sunan Ampel Cabang Tulungagung mengalami metamorfosa menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Tulungagung. Perubahan bentuk ini memberikan otonomi yang besar untuk mengembangkan diri.

Dan 6 Agustus 2013 adalah tanggal bersejarah bagi civitas akademika STAIN Tulungagung. Tepat pada tanggal tersebut STAIN Tulungagung telah ditetapkan untuk alih status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung. Status IAIN ini diresmikan pada 31 Desember 2013 oleh Menteri Agama RI, Dr. (Hc) Suryadharma Ali.

Dr. Maftukhin, M.Ag menyampaikan bahwa alih status ini di samping sebagai wujud pengakuan prestasi juga telah menjadi pelecut semangat seluruh civitas akademika untuk mengembangkan institusi ini menjadi lebih baik lagi. Berbagai terobosan telah dilakukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya.

“Sarana dan prasarana terus kami benahi, kualitas dosen terus ditingkatkan, dan layanan administrasi didorong semakin profesional”, tegas lelaki kelahiran Pekalongan ini.

Lebih lanjut Maftukhin mengatakan bahwa dalam rangka semakin meneguhkan eksistensi dalam kancah nasional, IAIN Tulungagung menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga kredibel bertaraf nasional.

“Jalinan kerjasama kita bangun misalnya dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI, Dewan Syariah Nasional MUI dan lembaga-lembaga keuangan syariah yang diperuntukkan khususnya untuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Demikian pula dengan Fakultas-Fakultas lainnya, seperti Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum dengan Pimpinan Pusat Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (PP APSI) dan Mahkamah Konstitusi RI, Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah dengan berbagai lembaga, pun Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Kependidikan tak ketinggalan menjalin kerjasama dengan berbagai lembaga kredibel”, terang Rektor pertama IAIN Tulungagung ini.

Maftukhin menegaskan, berbagai terobosan itu adalah upaya untuk menjadikan IAIN Tulungagung sebagai kawah candradimuka yang mencetak sarjana-sarjana profesional nan mumpuni dan siap terjun di tengah masyarakat. Sebagai proyeksi masa depan, civitas akademika bertekad untuk terus mengembangkan IAIN Tulungagung dan segera berstatus menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Dengan status UIN tersebut, diharapkan institusi ini semakin mampu memenuhi ekspektasi masyarakat di wilayah Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, dan seluruh rakyat Indonesia.(adv)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO