Rabu, 16 Juni 2021 15:51

70 Koperasi di Lamongan Dinyatakan Tidak Sehat

Selasa, 10 Juli 2018 15:08 WIB
Editor: Rizki Daniarto
Wartawan: Nur Qomar Hadi
70 Koperasi di Lamongan Dinyatakan Tidak Sehat

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Lamongan mencatat ada sebanyak 1.217 koperasi di wilayahnya. Namun dari jumlah itu ada 70 koperasi yang tidak sehat baik secara finansial maupun organisasi.

Hal itu disampaikan Anang Taufik, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Lamongan, Senin (9/7),

Menurut Anang, dari koperasi yang ada di Lamongan, 100 koperasi di antaranya beroperasi di bidang Koperasi Simpan Pinjam (KSP), Koperasi Karyawan atau KPRI sejumlah 50 lebih, KUD sebanyak 29, dan Koperasi Syariah BMT sebanyak 220 Koperasi.

Terhadap koperasi yang tidak sehat itu dilakukan pendekatan dan pembinaan. "Kami terus berupaya untuk melakukan pembinaan kepada Koperasi yang tidak sehat tersebut," kata Anang.

BACA JUGA : 

Bupati Yuhronur Harap Koperasi Bisa Bantu Bangkitkan UMKM dan IKM di Lamongan

Launching Gedung Baru Dekopinda, Bupati Fadeli Minta Koperasi Bisa Majukan Ekonomi Lamongan

Dinkop dan UMKM Lamongan Terus Bina Koperasi

Tak Ada Aktivitas, 130 Koperasi di Lamongan Resmi Ditutup

Meski begitu, Anang menyatakan bahwa persentase Koperasi yang tidak sehat hanya 4,5 persen dari jumlah koperasi yang ada. Angka ini lebih kecil bila dibandingkan dengan daerah maupun Provinsi Jatim.

"Koperasi tidak sehat di Lamongan terkecil bila dibandingkan dengan daerah lain, itu artinya pembinaan yang kita lakukan cukup berhasil," klaimnya.

Bahkan jelas Anang, ada sebanyak 700 Koperasi Wanita (Kopwan) yang mempunyai keuntungan dan aset cukup besar, rata-rata sudah mencapai Rp 1 Miliar setiap koperasi, dari modal hibah awal Rp 25 juta.

"Koperasi yang perkembanganya cepat dengan asetnya yang lumayan banyak ya Koperasi Wanita (Kopwan)," terangnya.

Bahkan saat ini Dinas Koperasi juga telah menggandeng organisasi kepemudaan di Lamongan untuk mendorong mereka agar bisa mendirikan koperasi untuk keberlangsungan organisasi. Apalagi saat ini ada program dari pemerintah membuatkan legalitas koperasi dengan gratis karena dibiayai negara.

"Kita terus lakukan sosialisasi kepada masyarakat akan pengetahuan koperasi yang selama ini sebagian masih menggangap negatif. Lah ini yang terus kita lakukan sosialisasi sekaligus mengajak mereka untuk mendirikan koperasi yang bisa memberikan manfaat tidak hanya anggota tapi masyarakat pada umumnya," pungkasnya. (qom/rd)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Rabu, 16 Juni 2021 08:42 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Laksamana Sukardi, mantan politikus PDIP, menulis buku. Baru terbit. Ia menceritakan perisitiwa pemecatan dirinya sebagai Menteri BUMN. Yang hanya menjabat 6 bulan. Ia dipecat Presiden Gus Dur. Karena ada lapora...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...