Pengumpulan koper JCH di kantor Kemenag.
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 1.010 Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Tuban bakal diberangkatkan dari kompleks Pendopo Krido Manunggal oleh Bupati Fathul Huda menunju embarkasi Surabaya, Selasa (31/7) pagi besok.
Hal ini disampaikan Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban, Umi Kulsum saat ditemui di kantornya. Ia mengatakan bahwa JCH asal Tuban terbagi dalam tiga kloter, yakni 42, 43, dan 44.
BACA JUGA:
- Kemenag dan Dinkes Tuban Matangkan Konsep Cek Kesehatan untuk Calon Jemaah Haji 2026
- Tibanya Kloter 86 Tandai Tuntasnya Pemulangan Seluruh Jemaah Haji Asal Tuban 2025
- Jemaah Haji Tuban Tiba di Kompi Senapan C, 4 Meninggal di Tanah Suci, 2 Dirawat di RS
- Kemenag Tuban Tetapkan Lokasi dan Syarat Penjemputan Jemaah Haji 2025
Namun, dari 1.010 JCH tersebut, Umi menyampaikan bahwa 1 di antaranya meninggal dunia, yakni atas nama Karsimin (62) warga Desa Rayung, Kecamatan Senori, Kabupaten Tuban yang tergabung dalam kloter 44.
Meski ada yang meninggal, Umi memastikan jumlah JCH Tuban yang berangkat ke tanah suci akan tetap 1.010. Sebab, JCH yang meninggal telah digantikan oleh ahli warisnya.
"Hal itu sudah sesuai aturan dan kebijakan terbaru. Apabila ada JCH yang sudah ditetapkan tahunnya dan akan berangkat saat ini juga, maka yang JCH yang meninggal akan digantikan oleh warisnya," terangnya.
Terkait persiapan panitia sendiri, ia menyatakan sudah mencapai 90 persen, yakni sampai pada tahap pengumpulan koper dan tas milik JCH. Untuk koper, setiap JCH dibatasi maksimal hanya seberat 32 Kilogram (Kg). Sedangkan untuk tas yang dibawa maksimal seberat 7 Kg.
"Kami juga terus memberi imbauan terutama terkait kesehatan JCH sendiri, karena kondisinya di sana dikabarkan suhunya mencapai 45 derajat celsius," pungkasnya. (gun/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




