Pakde Karwo menerima penghargaan dari Menpan-RB atas kontribusinya dalam membangun dan menerapkan SAKIP pada Pemprov Jatim dan kabupaten/kota se-Jatim.
Menurutnya, dampak yang diperoleh dari SAKIP ini tidak terlepas dari peran organisasi perangkat daerah/OPD yang terus membenahi kinerja di instasi masing-masing. Tujuannya untuk memberikan pelayanan publik yang prima kepada masyarakat.
Berdasarkan data, perkembangan nilai SAKIP Pemprov Jatim dari tahun 2014-2017 terus mendapatkan peringkat A. Adapun susunan nilainya yakni tahun 2014 sebesar 75,20, tahun 2015 sebesar 80,04, tahun 2016 sebesar 81,14, dan tahun 2017 sebesar 81,21.
Sementara itu, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Syafruddin mengapresiasi Pemprov Jatim yang sangat berperan aktif dalam membangun komitmen para kepala daerah, serta membina penerapan SAKIP se-Jatim melalui pra evaluasi, asistensi dan monitoring tindak lanjut. Dari 38 kabupaten/kota di Jatim terdapat sebanyak 33 kab/kota atau 87 persen memperoleh predikat B ke atas untuk SAKIP. Karena itu, Program Pakde Karwo menjadi rujukan nasional.
“Ini artinya mengindikasikan bahwa Pemprov Jatim menjalankan fungsi pembinaan bagi kab/kota secara baik. Selain itu, Jatim dan kabupaten/kota se-Jatim mampu menunjukkan efektivitas dan efisiensi kerja birokrasi,” pungkasnya sambil menjelaskan Jatim sebagai provinsi pertama yang dikunjunginya sejak dilantik menjadi Menpan-RB oleh Presiden RI.
Dalam kesempatan itu, Pakde Karwo menerima penghargaan dari Menpan-RB atas kontribusinya dalam membangun dan menerapkan SAKIP pada Pemprov Jatim dan kabupaten/kota se-Jatim. (ian/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




