repro bbc
DHAKA (bangsaonline) - Perkawinan di bawah umur masih terjadi secara meluas di Bangladesh.
Pemerintah Bangladesh mengusulkan untuk menurunkan usia perkawinan bagi pria maupun perempuan dan pada saat bersamaan akan memperberat hukuman atas pelanggarannya.
BACA JUGA:
- Nihil Poligami, Sepanjang 2025 KUA Tuban Catat 8.081 Peristiwa Nikah
- 10 Rekomendasi Nama Bayi Laki-Laki Islami 3 Kata Keren, Punya Arti Mendalam, dan Penuh Doa
- Sempat Batal Nikah, Redpel BANGSAONLINE Tunangan, Yakin Sampai ke Pelaminan?
- Ratusan Catin Nikah di Malam Songo, Kemenag Tuban Siapkan Puluhan Penghulu
Berdasarkan usulan tersebut maka usia menikah pria turun dari 21 tahun menjadi 18 tahun sementara untuk perempuan menjadi 16 tahun dari 18 tahun sebelumnya.
Sedangkan hukuman jika melanggar pembatasan itu ditingkatkan dari penjara dua bulan menjadi dua tahun dengan denda sekitar Rp1,5 juta dinaikkan sampai lima kali lipat.
Langkah ini ditujukan untuk mengatasai perkawinan usia muda, yang berlangsung meluas di kawasan pedesaan Bangladesh.
"Mereka yang menikah di bawah umur atau melakukan perkawinan, maka orang tuanya yang dihukum," tutur Menteri Sekretaris Kabinet, Muhammad Musharraf Hossain Bhuiyan, seperti dikutip berbagai media lokal.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




