Foto bersama Kapolres Bangkalan beserta Tokoh Agama, Ulama, FKUB, Organisasi Kepemudaan, dan Ketua Fatayat Bangkalan. foto: FAUZI/ BANGSAONLINE
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Polres Bangkalan gelar Seminar Rethingking Nationalism tentang bahaya Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terhadap Ideologi Pancasila dengan tema "Jangan Suriahkan Indonesia" di Gedung Ngudia Husada Lantai IV Bangkalan, Rabu (07/11/2018).
Kapolres Bangkalan, AKBP Boby P.Tambunan menuturkan bahwa seminar ini dilatarbelakangi dari pemikiran atas fakta yang terjadi beberapa waktu yang lalu, yakni pada tahun 2017 saat Organisasi HTI di Indonesia resmi dilarang.
BACA JUGA:
- Jelang Iduladha, Pasar Tumpah dan Jual Beli Kurban Picu Macet Parah di Blega dan Patemon Bangkalan
- Tidur di Masjid Jadi Petunjuk, Pencuri Laptop Mahasiswa UTM Dibekuk Polres Bangkalan
- Diduga Tilap Uang Rp1,2 Juta, Mantan Karyawan Klinik di Bangkalan Ngaku Diminta Bayar Rp200 Juta
- ABK Kapal Kargo Ditemukan Tewas Terapung di Perairan Bangkalan
Boby P. Tambunan menjelaskan tentang bahayanya paham Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terhadap ideologi Pancasila. Karena itu ia berinisiatif menggelar seminar tersebut.
"Jangan sampai Indonesia seperti Suriah, Jangan Suriahkan Indonesia," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Kapolres juga memaparkan fakta terbaru tetang Insiden pembakaran bendera HTI yang terjadi di Garut, Jawa Barat. Ia berharap insiden pembakaran bendera HTI tidak sampai bergulir ke daerah lain, khususnya di Bangkalan.
"Kita tahu bahwa Blega pada tanggal 04 November 2018 kemarin akan diadakan aksi bela kalimat tauhid, akan tetapi saya sangat bersyukur aksi tersebut digagalkan dan dirubah bentuknya," ujar Boby P. Tambunan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




