foto: FAUZI/ BANGSAONLINE
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Operasi Zebra Semeru memasuki hari terakhir sejak digelar 30 Oktober lalu. Di hari terakhir ini, Satlantas Polres Bangkalan menggelar operasi gabungan di Jl. Letnan Abdullah atau depan Alun-Alun.
Kasatlantas Bangkalan AKP Danu Anandhito Kuncoro Putro mengatakan, pelanggaran dalam operasi kali ini masih didominasi roda dua. "Kesadaran penggunaan helm yang belum menjadi kesadaran bersama," ujar Kasatlantas.
BACA JUGA:
- Polres Bangkalan Ringkus 5 Mafia Solar, Berawal dari Tumpahan Minyak yang Resahkan Warga
- Perempuan Paruh Baya di Bangkalan Tewas, Anak Tiri Jadi Tersangka
- Jasad Wanita Penuh Luka Sajam di Bangkalan Diduga Korban Pembunuhan Motif Asmara
- Satlantas Polres Bangkalan Edukasi Siswa Tertib Lalin Lewat Metode Bermain Sambil Belajar
Operasi itu juga dihadiri Kejaksaan, Pengadilan Negeri, POM dan Dishub. Danu mengungkapkan, langkah itu dilakukan untuk mempercepat proses operasi zebra, sehingga bagi yang melanggar langsung disidang di tempat.
Selain memberikan punishment, Kasatlantas juga memberikan reward berupa stiker bagi pengendara yang disiplin atau tidak melanggar peraturan lalu lintas.
Selain mendapatkan tilang, para pelanggar lalu lintas dalam operasi kali ini juga mendapatkan pencerahan dari ustadz. "Mereka diberikan edukasi dan pengarahan dari aspek agama terkait keselamatan dan disiplin berkendaraan," ungkap Kasatlantas.
Sampai hari ke-13 pelanggaran terbesar ada di pelanggaran pengendara di bawah umur sebanyak 701 pengendaraa, kemudian disusul tidak memakai helm 188, tidak menggunakan safety belt 106 orang, mengunakan HP 38 orang, dan melawan arus 7 orang.
"Sementara jumlah yang ditilang sebanyak 2.197 orang dan teguran 38. Jadi total pelanggaran semua sebanyak 2.235 kendaraan sampai Senin (12/11/2018)," pungkas Kasatlantas. (uzi/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




