
NGAWI, BANGSAONLINE.com - Warga Dusun Sepreh Desa Selopuro Kec. Pitu Ngawi dihebohkan dengan aksi Katimin, kakek 60 tahun yang tiba-tiba mengamuk dan menyabet leher tetangganya sendiri hingga tewas.
Peristiwa itu terjadi Senin (19/11/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. Korbannya adalah Sutarno (40), warga Dusun Sepreh, Desa Selopuro, Kec. Pitu Ngawi. Sutarno yang ditemukan dalam posisi tengkurap didapati mengalami beberapa luka di bagian leher hingga nyaris putus.
Diduga yang tega melakukan adalah tetangganya sendiri Katimin (60). Hal tersebut diketahui pertama kali oleh tetangga korban yang melihat korban bersimbah darah, sedangkan di dekatnya berdiri Katimin dengan membawa sabit besar berlumuran darah.
"Kebetulan saya lewat lalu saya melihat ke dalam rumah (rumah korban, red) sudah berlumuran darah di lantai," terang Nuning (24) saat ditemui Bangsaonline.com, Senin (19/11).
Mengetahui hal tersebut, Nuning langsung memberitahukan pada warga lain. Ketika para tetangga korban berdatangan, Katimin sudah berada dirumahnya. Perangkat desa setempat kemudian melaporkan perihal kejadian tersebut ke kantor Polsek Pitu.
Anggota Polsek Pitu yang dipimpin Kapolsek Pitu Iptu Subandi bersama tim identifikasi dari Polres melakukan olah TKP dan mengamankan Katimin di rumahnya.
"Kita mendapatkan laporan bahwa ada warga desa Selopuro telah meninggal dengan luka di leher. Diduga yang melakukan adalah tetangganya sendiri yang menurut informasi mengalami gangguan jiwa," jelas Iptu Subandi pada Bangsaonline.com.
Menurut keterangan yang didapat Bangsaonline.com, antara korban dan pelaku awalnya tidak terjadi masalah apapun. Dan sebelum terjadi insiden pembacokan, ada warga yang mengetahui pelaku bersama anaknya yang bernama Bima mendatangi rumah kepala desa yang rumahnya tidak jauh dari lokasi kejadian. Kemudian anak pelaku dititipkan ke rumah kepala desa, sedangkan pelaku kembali ke rumah lalu tidak waktu lama terjadi insiden pembacokan.
"Untuk sementara pelaku kita amankan di kantor Polsek. Kalau memang pelaku mengalami gangguan jiwa yang akan membuktikan dari rumah sakit," pungkas Subandi.
Sedangkan jasad Sutarno langsung dilarikan ke kamar jenazah RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk dilakukan autopsi. (nal/rev)