Aksi mahasiswa membakar ban untuk menolak kedatangan Romahurmuziy.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Jawa Timur, melakukan aksi bakar ban untuk menolak kedatangan Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP), HM. Romahurmuzy MT di kampus mereka, Minggu (16/12).
Para mahasiswa tersebut menolak lantaran acara tersebut dianggap berbau politis. Peserta aksi meminta kampus tidak dijadikan tempat berkampanye karena akan merusak marwah kampus sebagai wadah keilmuan.
BACA JUGA:
- Kunker ke Pamekasan, Mensos Gus Ipul Bakal Evaluasi Usai Dugaan 40 Persen Bansos Tak Tepat Sasaran
- Pelantikan Dekopinda Pamekasan, Bupati Sebut Gelontorkan Hampir Rp2 M untuk UMKM dan Koperasi
- Bea Cukai Madura Didesak Usut Dugaan Pabrik Rokok Bermasalah
- Kasus Kekerasan Seksual Anak Perempuan di Pamekasan Naik, Faktor Keluarga Tak Harmonis Jadi Pemicu
“Kami menolak karena sesuai peraturan bahwa bentuk kampanye apapun dilarang masuk kampus, supaya kampus sebagai wadah mencetak intelektual muda tersebut tidak tercederai,” tegas orator aksi, Adi Karduluk.
Menurutnya dalam surat peminjaman aula IAIN tersebut tidak dicantumkan nama pemateri dalam acara pembinaan dan pemantapan empat pilar ASN kemenag tersebut, sehingga pihaknya mencurigai adanya indikasi kampanye terselubung dalam kegiatan se-Madura tersebut.
"Kami menolak keras politisi masuk kampus, kalau perlu kami akan mengunci pintu masuk kampus," koar Adi.
Aksi penolakan tersebut berlangsung saat sebagian peserta pembinaan dan pemantapan empat pilar kebangsaan bagi ASN itu sudah masuk aula. Tetapi peserta aksi tetap bersikukuh menolak kegiatan tersebut. Karena tidak menemukan solusi, akhirnya disepakati bahwa acara itu dipindah ke MAN 2 Pamekasan
Rencananya Romy, panggilan akrab Ketua DPP PPP, bersama Plt. Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, Dr. Haris Hasanuddin, M.Ag, akan menjadi pemateri dalam acara pembinaan dan pemantapan ASN kantor kemenag wilayah kerja Madura di auditorium kampus yang berlokasi di Jalan Panglegur KM 04, Pamekasan. (err/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




