Mortir yang ditemukan di Desa Sendangagung masih diselidiki.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Warga Desa Sendangangung Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan menemukan empat peledak jenis mortir di lahan perkebunan. Diduga mortir tersebut peninggalan zaman penjajahan Belanda.
Pihak Polsek Paciran melapor ke Polres Lamongan yang diteruskan ke Tim Penjinak Bom (Jibom) Polda Jawa Timur.
BACA JUGA:
- Disnakeswan Lamongan Perketat Pemeriksaan Ternak di Perbatasan Jelang Iduladha
- Jelang Iduladha, Harga Sapi Kurban di Pasar Tikung Lamongan Naik hingga Rp3 Juta
- Mawar Merah pada Kerudung Jadi Penanda Unik Jemaah Haji asal Lamongan di Madinah
- KAI Daop 8 Catat Penumpang Stasiun Lamongan Naik 35 Persen pada Triwulan I 2026
“Kita langsung mengamankan lokasi ditemukan mortir tersebut, kemudian melaporkan ke Pimpinan Polres Lamongan, kemudian menghubungi ke Jibom Poda Jatim,” kata Kapolsek Paciran, AKB Fandhil, Minggu (25/12).
Menurutnya, mortir tersebut ditemukan di lahan milik Kasdono warga Sendangagung Kecamatan Paciran. Saat itu Nurfaidin (41) dan Ponidi (30) sedang membersihkan lahan milik Kasdono yang rencananya akan dibangun perumahan.
Saat Ponidi melakukan penggalian, kemudian menemukan 1 buah mortir yang tertimbun tanah dan selanjutnya diangkat. Setelah penggalian dilanjutkan, ternyata Ponidi menemukan lagi sebayak 3 mortir, tetapi belum berani untuk mengangkat dari timbunan tanah.
Adanya temuan itu, dilaporkan ke Kepala Desa Sendang Agung, Panut Supodo yang kemudian ditindaklanjuti dengan melaporkan ke Polsek Paciran dan Koramil Paciran.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




