Sebagian pejabat berwudlu sebelum dilantik oleh Bupati Madiun.
MADIUN, BANGSAONLINE.com - Pemandangan lain dari biasanya nampak di Pendopo Muda Graha, saat Bupati Madiun Ahmad Dawami yang akrab dipanggil Kaji Mbing melantik 21 tenaga fungsional di lingkup Pemkab Madiun, Ranu (26/12).
Pasalnya, para peserta yang akan dilantik di Pemkab Madiun diwajibkan untuk berwudhu dahulu, khususnya bagi yang muslim saat pelantikan.
BACA JUGA:
- Genjot Ekonomi Desa, Bupati dan Forkopimda Madiun Salurkan Puluhan Armada Sarpras KDKMP
- Pemkab Madiun Larang Pelaku Usaha Buang Sampah ke TPA Kaliabu
- Fokus Cegah Korupsi dan Konflik Kepentingan, Pemkab Madiun Gelar Seminar PBJ Berintegritas
- Jelang Natal 2025, Bupati Madiun Tinjau Gereja dan Pos Pengamanan
Kaji Mbing menjelaskan, bahwa mengambil wudhu lebih berarti daripada tulisan di kata-kata pelantikan. "Karena kita akan bersumpah kepada Allah SWT," katanya.
Kaji Mbing berharap, semua memaknainya dengan positif. "Karena niatan kita dari awal, adalah mengabdi di pemerintah kabupaten Madiun. Bahwa di pemerintahan kabupaten Madiun ini tidak ada dinas yang bisa berjalan sendiri maupun tidak ada dinas yang paling baik sendiri. Semuanya harus bekerjasama dalam menempuh tujuan yang sama," tandasnya.
"Pejabat fungsional merupakan ujung tombak dalam reformasi birokrasi. Artinya harus ada niat bahwa kita sebagai pelayanan masyarakat bukan untuk di layani tapi untuk melayani, dan seluruhnya di lakukan bersama-sama," pungkasnya.
Sebanyak 21 pejabat yang dilantik ini meliputi pengangkatan jabatan fungsioanal ada 15 orang dan pengangkatan jabatan fungsioanal kenaikan jenjang berjumlah 6 orang. (hen/dur)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




