Khoiri, Kasun Tumpang Desa Padi, Tulakan Pacitan. foto: YUNIARDI S/ BANGSAONLINE
PACITAN, BANGSAONLINE.com - Keluhan masyarakat soal voltase listrik yang ngedrop kembali terdengar di Pacitan. Kali ini datang dari sejumlah warga di Desa Padi, Kecamatan Tulakan. Mereka mengeluh, sebab sudah sejak lama tegangan listrik di desanya hampir tak pernah stabil.
Khoiri, Kasun Tumpang Desa Padi mengatakan, turunnya tegangan listrik biasanya terjadi saat menjelang maghrib dan malam hari. "Tegangan yang seharusnya 220 volt, namun kenyataannya hanya di antara kisaran 180-194. Voltase baru bisa stabil saat siang hari," katanya, Minggu (3/2) malam.
BACA JUGA:
- BPBD Pacitan Imbau Warga Waspada Gempa dan Potensi Tsunami
- Pacitan Berpotensi Gempa Megathrust, ini Penjelasan BMKG
- Tinjau Hasil Rekonstruksi Talud di Pacitan, Gubernur Jatim Disambut Ucapan Terima Kasih dari Warga
- Oknum Anggota Polres Pacitan Diduga Perkosa Tahanan Wanita, Kabid Humas Polda: Sudah Ditahan
Selain di Dusun Tumpang, kasus redupnya voltase listrik juga berlangsung di Dusun Watukumbung, Gadungan, Klesem dan banyak lagi dusun lainnya. "Kami sudah berulang kali memberikan laporan ke PLN, namun belum ada solusi," keluh dia.
Budi, warga lainnya menduga ngedropnya voltase listrik itu karena jarak gardu induk dengan trafo sangat jauh. Bahkan ada yang sampai dua kilometer lebih. "Banyak peralatan rumah tangga milik warga, seperti tv, kulkas dan perkakas lainnya yang rusak akibat ngedropnya voltase listrik tersebut," ungkap Budi.
Warga sangat berharap agar pihak PLN segera bersikap. Sebab warga sangat resah dengan permasalahan tersebut. (yun/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




