Plaza Gempol, salah satu pasar daerah yang baru saja direhab.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Potensi pundi-pundi PAD dari retribusi pasar daerah di tahun ini 2019 diproyeksikan tidak ada kenaikan. Data yang dimiliki Bangsaonline.com dari Disperindag Kabupaten Pasuruan menyebutkan, PAD dari retribusi pasar ditarget sebesar Rp 3,96 miliar pada 2019.
"Kalau target PAD pasar tahun ini tak ada kenaikan, sama dengan tahun lalu yakni Rp 3,96 miliar," jelas Edy Suwanto, Kepala Disperindag Pasuruan.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
- Wabup Pasuruan Pantau GPM Serentak di Halaman Kecamatan Kejayan
Pertimbangan tidak adanya kenaikkan PAD tersebut, kata Edy, dikarenakan ada rencana relokasi para pedagang di beberapa pasar yang tahun 2019 akan direhab. Sehingga, target di masing-masing pasar juga akan mengalami penurunan karena aktivitas pedagang nanti belum bisa maksimal.
"Meski demikian, bukan berarti upaya menaikkan target PAD tidak dilakukan sama sekali. Ada beberapa Pasar di Kabupaten Pasuruan yang tahun ini dibangun. Di antaranya Pasar Prigen, Pasar Nguling, dan Pasar Bangil yang terbakar tahun lalu. Pembangunan tersebut secara langsung berdampak pada pemungutan retribusi kepada pedagang," jelasnya lagi.
Pihak juga mengaku melakukan evaluasi setiap bulan terkait realisasi capaian PAD beberapa pasar. "Jika memang bisa dinaikkan, akan segera dilakukan penyesuaian. Rencana untuk menaikkan PAD Pasar akan dilakukan di P-APBD nanti," pungkasnya. (bib/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




