Kadisperindag Ruby Hartoyo dan Kabid Peternakan Disperta Supriyadi memeriksakan kondisi kesehatan dalam hari TBC. (foto: Yudi Eko Purnomo/BO)
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 391 warga Kota Mojokerto terjangkit TBC. Tragisnya, 75 warga yang terinfeksi kuman mematikan tersebut adalah anak-anak.
BACA JUGA:
- Wakil Bupati Mojokerto Apresiasi PKFI dalam Memajukan Kesehatan dan Layanan Disabilitas
- Launching UHC Prioritas, Bupati Mojokerto Pastikan Layanan Kesehatan Optimal untuk Masyarakat
- Cukup Bawa KTP, Warga Kabupaten Mojokerto Bisa Berobat Gratis
- Sambut Kedatangan Tim Verlap KKS Jatim, Pj Wali Kota Mojokerto Pamer Keunggulan Daerah
Mewabahnya penyakit tuberculosis di daerah yang terbagi dalam tiga kecamatan itu langsung disikapi pemda setempat. Pemangku kebijakan di daerah ini menggeber program antiTBC bertajuk Saber TBC Pliss. Launching gerakan anti TBC sekaligus memperingati hari TBC, Senin (18/3) kemarin.
"Hingga hari ini, jumlah warga yang terdeteksi penyakit TBC tercatat sebanyak 391 orang. 75 di antaranya adalah anak-anak," beber Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Christiana Indah Wahyu di sela-sela launching.
Menurut ia, ratusan warga tersebut kini menjalani pengobatan secara gratis di puskesmas-puskesmas di daerah ini. "Mereka menjalani pengobatan secara berkala mengingat tempo pengobatan TBC butuh waktu lama, paling singkat adalah enam bulan," katanya.
Christiana Indah mengungkapkan pihaknya kini mengintensifkan pengejaran terhadap kemungkinan warga yang belum teridentifikasi.
"Peluang bertambahnya jumlah penderita TBC masih akan sangat besar. Sebab, penyebab penularan terutama dari orang yang terjangkit dalam satu tempat sangat besar. Kami masih berusaha menemukannya," tandasnya.
Masa inkubasi penyakit ini pada seseorang, lanjutnya, adalah 6-9 bulan. Sedang TBC MDR, 9 bulan. Tanda-tanda penyakit ini adalah batuk, meriang, nafsu makan berkurang, dan mengeluarkan keringat dingin pada malam hari. Kuman ini menyebar dari udara dan menyerang paru-paru.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




