Kepala Kemenag H. Sholeh, M.Si saat membuka workshop.
LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Ratusan guru Raudlatul Athfal atau Operator RA di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lamongan mengikuti Workshop pengembangan raport berbasis IT yang digelar Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) di Aula Kemenag setempat, Selasa (30/4).
Kepala Seksi (Kasi) Pendma sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, H. Abdul Ghofur mengatakan kegiatan workshop bekerja sama dengan Penerbit Airlangga amenghadirkan narasumber dari Sidoarjo. Adapun materi yang disajikan terkait pembelajaran berbasis IT dan aplikasi raport kurikulum 2013.
BACA JUGA:
- Ratusan Penyuluh Ikuti Bimtek Laporan Kinerja di Lamongan, Fokus pada e-Kinerja
- Evaluasi Kinerja Penyuluh Agama Islam, Kemenag Lamongan Dorong Profesionalitas Dakwah
- Kemenag Lamongan Dorong Penyuluh Agama Kuasai Teknologi dan Sebarkan Pesan Damai
- DPPPA Lamongan Gelar Sosialisasi Cegah Perkawinan Anak Bersama Penyuluh Agama Islam
“Kegiatan workshop dilaksanakan hanya satu hari dimulai pukul 09.00-16.00,” jelas Ghofur.
Kepala Kantor Kemenag Lamongan, H. Sholeh, M.Si dalam sambutannya menyampaikan sangat berterima kasih kepada Seksi Penma yang telah menyelenggarakan workshop tersebut untuk menyikapi sejauh mana implementasi dan kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan kurikulum 2013 (K13).
“Jadikan kegiatan workshop ini sebagai wadah belajar untuk meningkatkan kompetensi, yakini tidak ada ilmu yang sia-sia itu artinya pasti ada manfaat dikemudian hari,” jelas Sholeh.
Menurut Sholeh, seiring makin majunya penggunaan Teknologi Informasi atau IT dalam pembelajaran, maka pembelajaran juga harus lebih efektif dan menyenangkan. Serta harus melibatkan siswa secara aktif.
"Dalam bidang pendidikan, Teknologi Informasi (TI) dan Multimedia telah mengubah paradigma penyampaian materi pelajaran kepada peserta didik. Tak bisa dipungkiri kontribusi yang signifikan terhadap seluruh proses globalisasi ini. Perubahan informasi saat ini sangat cepat, tidak menunggu besok, melainkan sudah mencapai skala menit maupun detik sudah bisa diakses," ujarnya. (qom/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




