Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXV Pemprov Jatim Tahun 2019 di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jatim, Jalan Balongsari Tama Surabaya. foto: ist
“Widyaiswara bisa mengajak diskusi peserta didik untuk memecahkan suatu masalah terutama isu-isu yang sedang berkembang saat ini seperti pindahnya ibukota negara. Jadi sebagai seorang ASN terlebih peserta PKN sebagian besar adalah pejabat di instansinya, mampu memecahkan berbagai permasalahan yang nanti dihadapi,” jelasnya.
Di akhir, Heru berharap para peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sebaik mungkin dan mampu mengikuti proses pembelajaran secara lancar hingga lulus dengan nilai yang baik. Apalagi, Jatim merupakan tempat yang nyaman dan aman ditunjang dengan banyaknya tempat wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Senada dengan Sekdaprov Jatim, Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Dr. Adi Suryanto, M.Si mengatakan bahwa pengembangan ASN merupakan kunci penting memperbaiki kualitas birokrasi. Pemerintah punya target tahun ini membentuk pemerintahan berkelas dunia atau world class bureaucracy.
Hal ini bisa diwujudkan bila didukung dengan ASN yang juga berkelas dunia. Apalagi pelayanan yang cepat, simple dan inovatif menjadi tuntutan masyarakat saat ini.
“Ditambah era revolusi industri 4.0 menuntut kita untuk terus melakukan pelyanan publik yang cepat dan berbasis teknologi. Kita harus berlari bersama memperbaiki kualitas pelayanan kita, sehingga kita bisa mewujudkan birokrasi kelas dunia,” katanya.
Diklat PKN II kali ini diikuti 56 peserta berasal dari instansi pusat, vertikal maupun dari Provinsi Jatim. Instansi tersebut diantaranya Kejaksaan RI, Kemenristekdikti, LPP TVRI, Provinsi Jatim dan Provinsi Kalimantan Barat. (mdr/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




