SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Surabaya kembali menunjuk Arif Afandi menjadi ketua untuk periode 2019-2024. Pemilihan berlangsung secara aklamasi di PrimeBiz Hotel Surabaya, Ahad (20/10).
Musda yang diikuti utusan dari 31 kecamatan se-Surabaya itu dihadiri Ketua PW DMI Jawa Timur, H. Roziqi, Kepala Kementerian Agama Surabaya Drs. Husnul Maram, dan Ketua MUI Kota Surabaya KH. A Muchid Murtadlo. Juga hadir Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony dan anggota DPRD Surabaya, Imam Syafi'i.
BACA JUGA:
- Adellia Syarifah Nahkodai IPPNU Surabaya 2026-2028, Usung Visi 'Sinergi, Aksi, Mengabdi'
- Ribuan Warga Surabaya Ikuti Kelana Bung Karno, Cak Armuji Kampanyekan Hidup Sehat dan Bersepeda
- Diduga Lalai, Proyek Gorong-Gorong di Surabaya Telan Korban
- Ledakan Kompor Gas Portabel di Gubeng Kertajaya, Keluarga Korban Keluhkan Pelayanan RSUD Dr Soetomo
Perhelatan Musda DMI tahun ini berlangsung meriah karena dihadiri hampir 100 peserta dan undangan. Selain pengurus DMI dari 31 kecamatan, juga pimpinan ormas Islam mengirimkan utusannya. Misalnya dari PCNU, PD Muhammadiyah, PC Muslimat NU, dan PD Aisyiyah.
DMI memang organisasi yang menjadi payung dari berbagai masjid yang dimiliki semua ormas Islam di Indonesia. PP DMI dipimpin mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Organisasi ini bertujuan untuk membantu memakmurkan masjid. Di Indonesia kini ada 800 ribu masjid. Sedangkan Surabaya ada 1.500 masjid.
Dalam sambutannya, Arif Afandi mengajak semua pihak untuk menjadikan masjid sebagai pusat peradaban. Yakni menjadi lembaga yang menyebarkan nilai-nilai kekotaan seperti ketika Nabi Muhammad membangun peradaban baru di Madinah.
"Karena itu pengelolaan masjid perlu mengikuti perubahan yang terjadi di sekitarnya. Di era industri 4.0 sekarang ini, cara memakmurkan masjid perlu mengikuti arus digital yang sedang berkembang. Biar jamaahnya makin banyak dan masjidnya menjadi makmur," katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




