
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Puluhan pelajar dari berbagai sekolah menengah di Kabupaten Tuban terjaring razia petugas gabungan Satpol PP bersama TNI-Polri dan Dinas Pendidikian setempat, Rabu (13/11). Mereka kedapatan sedang asik nongkrong dan bermain game di warung kopi saat jam pelajaran masih berlangsung.
Dalam razia ini, petugas melakukan penyisiran ke tempat-tempat yang sering digunakan nongkrong oleh pelajar pada saat jam sekolah masih berjalan. Hasilnya, 25 pelajar berhasil diamankan. Mereka digiring ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pendataan.
"Sebanyak 25 pelajar dari 8 sekolah berhasil kita amankan," jelas Kasi Operasi dan Pengendalian Satpol PP Tuban, Joko Herlambang kepada wartawan, Rabu (13/11).
Saat dilakukan penggerebekan, sebagian besar para pelajar itu sempat berusaha kabur. Mereka kocar-kacir ketika mengetahui petugas datang ke tempat mereka nongkrong. Bahkan, beberapa pelajar yang rata-rata masih berseragam lengkap itu nekat ngumpet di dalam kamar mandi untuk mengelabui petugas. Namun, petugas tak kehilangan akal dan menemukan mereka.
Sesampainya di kantor, para siswa itu diminta mengeluarkan handphonenya masing-masing untuk dilakukan pengecekan.
"Semuanya kita bawa ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan, selanjutnya memanggil pihak sekolah mereka masing-masing untuk dilakukan pembinaan lebih lanjut," imbuhnya.
Sementara itu, Bidang SMP Bagian Kurikulum Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban, Yatemo mengatakan Operasi Kasih Sayang ini sengaja dilakukan untuk memberi efek jera kepada para siswa yang bolos saat jam pelajaran berlangsung.
"Yang punya siswa adalah kami, paling tidak dalam kegiatan ini bisa memberi efek jera kepada siswa kami dan dapat meminimalisir kenalan pelajar," terangnya.
Untuk itu, pihaknya akan memanggil pihak sekolah, baik dari Kesiswaan maupun Bimbingan Konseling (BK) untuk dilakukan pembinaan lanjutan. "Mereka yang terjaring akan kami kembalikan lagi kepada pihak sekolah untuk dilakukan pembinaan lanjutan," pungkasnya.
Sekadar informasi, sebanyak 25 pelajar itu terdiri dari 8 sekolah, mulai Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat. Sebanyak 11 pelajar dari jenjang SMP. Rinciannya, 7 siswa dari SMPN 4 Tuban, 3 siswa SMPN 3 Semanding, dan seorang siswa dari MTsN 3 Tuban.
Sedangkan dari SMA ada 14 pelajar yang terjaring. Yakni 1 pelajar SMKN 1 Tuban, 1 pelajar SMAN 4 Tuban, 5 pelajar SMK TJP, 1 pelajar SMK YPM, 1 pelajar SMK PGRI 1 Tuban, SMK 1 pelajar SMK PGRI 2 Tuban, 2 pelajar SMK Pelayaran Muhammadiyah, dan dari SMK Pelayaran Kristen terdapat 1 siswa. (gun/rev)