Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau salah satu booth produk inovatif para millenials Jawa Timur di Festival Ekonomi Milenials, Jumat (14/12/2019) malam. foto: istimewa/ bangsaonline.com
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif oleh generasi muda di Jawa Timur. Langkah tersebut salah satunya diwujudkan lewat digelarnya Festival Ekonomi Millenials 2019 di Grand City Surabaya, 13-15 Desember 2019.
Festival ini sekaligus menjadi pilot project Millennial Job Center (MJC) yang merupakan program unggulan Nawa Bhakti Satya. Penyelenggaraan festival ini dimaksudkan untuk memfasilitasi para millenials agar dapat bersaing di era gig economy yang memunculkan para gig workers.
BACA JUGA:
- Sambut Bhikkhu Walk for Peace 2026, Gubernur Jatim Ajak Ajak Kuatkan Toleransi
- Gubernur Khofifah Resmikan Revitalisasi 45 Sekolah di Tulungagung, Trenggalek dan Pacitan
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Dominasi Prestasi Nasional Raih 45.839 Medali di SIMT , Gubernur Khofifah Sampaikan Hal ini
Serta melalui ajang ini Pemprov juga ingin mengenalkan produk-produk insan kreatif dan komunitas kreatif Jawa Timur kepada para investor. Baik yang berupa hard produk maupun soft produk seperti aplikasi, design dan game.
"Jawa Timur menjadi daerah yang mendapatkan bonus demografi lebih awal. Ini menjadi potensi besar kita untuk mendukung kegiatan ekonomi melalui kolaborasi dan sinergi yang baik dengan lintas sektor," kata Khofifah usai meninjau booth produk inovatif para millenials Jawa Timur di Festival Ekonomi Milenials, Jumat (14/12/2019) malam.
Sinergi dan kolaborasi tersebut dikatakan Khofifah sangat penting. Terutama karena pertumbuhan ekonomi Jatim sebesar 2-3 persen didongkrak oleh sektor ekonomi kreatif.
Karena itu, melalui MJC, diharapkan muncul talenta talenta baru yang akan memunculkan gig worker pada masa yang akan datang. Serta memfasilitasi insan ekonomi kreatif Jawa Timur untuk membangun jaringan yang kuat.
Selain itu, melalui festival ini, Pemprov Jatim ingin memberikan wadah pengembangan karir bagi para milenials dan wadah pertukaran informasi dan jaringan diantara talent-mentor-client yang bertujuan untuk menciptakan ekosistem freelancer yang kompetitif dan kondusif di Jawa Timur.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




