Sabtu, 17 April 2021 20:31

Guru SMP di Jombang Tewas, Diduga Korban Perampokan

Sabtu, 21 Desember 2019 18:56 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Aan Amrulloh
Guru SMP di Jombang Tewas, Diduga Korban Perampokan
Proses evakuasi jenazah korban oleh petugas kepolisian. foto: AAN AMRULLOH/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Seorang guru SMP di Jombang ditemukan tewas tergeletak dengan bersimbah darah. Diduga ia jadi korban serangan perampok yang menyatroni rumahnya, Sabtu (21/12/19).

Korban diketahui bernama Eli Maridah (47), warga Dusun Tondowulan, Desa Temuwulan, Kecamatan Perak, Jombang. Ia salah satu pengajar di SMPN 1 Perak.

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban ditemukan tergeletak di sebelah mesin cuci dengan luka di kepala serta pelipis.

Kapolres Jombang, AKBP Boby Pa'ludin Tambunan memaparkan pihaknya masih belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Saat ini pihaknya masih melakukan penyidikan serta mengumpulkan bukti-bukti serta saksi.

BACA JUGA : 

Mayat Perempuan di Lahan Tebu Mojowarno Ternyata Korban Pembunuhan, Pelakunya 3 Orang

Polres Jombang Ungkap 25 Kasus Pidana Selama Januari 2021

Tewasnya Pemuda di Jombang Akibat Dikeroyok Saat Malam Tahun Baru, Gara-gara Postingan di Medsos

Pemuda di Jombang Tewas Dikeroyok Saat Malam Tahun Baru

"Saat ini kami masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti serta saksi yang nantinya bisa dijadikan petunjuk," ucapnya.

Dugaan sementara, lanjut Boby, kematian korban bermotif pencurian dengan kekerasan, bisa juga pembunuhan. Sebab di TKP ditemukan beberapa perhiasan yang berceceran di halaman rumah. Serta ditemukan sebilah pisau dapur dan paving yang terdapat bercak darah.

"Kita menduga pencurian dengan kekerasan karena ada harta korban yang sempat hilang. Berdasarkan informasi keluarga yakni sebuah Hp. Sedangkan untuk barang bukti pisau dan paving tadi kemungkinan yang digunakan pelaku sebagai alat untuk menghilangkan nyawa korban," terangnya.

Saat disinggung tentang berapa pelaku dalam peristiwa tersebut, mantan Kapolres Bangkalan belum bisa memastikan. Sebab masih dalam tahap penyidikan dan pendalaman.

"Kami belum bisa memastikan berapa pelakunya. Yang jelas saat ini masih dalam penyidikan," pungkasnya.

Guna mengetahui penyebab kematian korban, jenazah selanjutnya dibawa ke RSUD Jombang guna dilakukan autopsi. Polisi akan menyelidiki untuk mengungkap motif serta menangkap pelakunya.

Aksi penyerangan yang menewaskan Eli membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi. Polisi memasang garis polisi dan menutup pagar rumah korban untuk menghalau warga.

Sementara, Supriadi, salah satu guru yang mengajar di sekolah yang sama menuturkan, dirinya mendapat informasi jika korban meninggal. Ia sempat kaget dan segera menuju rumah korban untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.

"Sekitar jam 12:30 WIB, saya dapat kabar jika Bu Eli meninggal. Saya sempat kaget, soalnya dia pamit pulang untuk mengambil kue. Dan nanti malam ada acara kegiatan sekolah yaitu rekreasi," tuturnya.

Masih menurut Supriadi, rencananya korban akan kembali ke sekolahan lagi. Informasi dari tetangga, sempat terdengar suara gaduh, namun tak menyangka jika terjadi peristiwa ini.

"Tas korban masih di sekolah, jadi beliau pasti kembali untuk check clock. Kami tak menyangka kalau korban harus pergi dengan cara tragis. Korban adalah orang yang baik di mata rekan-rekan sesama guru," pungkasnya. (aan/rev)

​Mengenang Masa Lalu, Ngabuburit Sambil Bermain Meriam Bambu
Jumat, 16 April 2021 22:03 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa, atau ngabuburit.Salah satunya seperti yang dilakukan bocah di Kota Pasuruan, Jawa Timur. mereka bermain meriam bambu di tanah lapang.Sepert...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 17 April 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Setelah banyak mendapat dukungan dari para tokoh, dokter, dan bahkan jenderal, tampaknya uji fase II Vaksin Nusantara akan lanjut. Tentu di luar BPOM.Apa itu Ilegal? Nah, silakan ikuti tulisan Dahlan Iskan di Disway d...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 17 April 2021 11:15 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...