Korban saat hendak dilarikan ke rumah sakit.
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Sungguh nahas nasib Mohammad Fakih warga Dusun Mondung, Desa Dasuk, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Dia harus meregang nyawa di sawahnya setelah tersengat aliran listrik, Kamis (02/01/2020).
Kejadian bermula ketika korban akan memperbaiki kabel pompa air yang berada di belakang rumahnya. Bahkan demi keamanan, korban sudah mencabut colokan yang berada di rumahnya.
BACA JUGA:
- Dihadiri Mendikdasmen, Puluhan Siswa Pingsan Saat Senam Anak Indonesia Sehat di Pamekasan
- Dugaan Penipuan Umrah di Pamekasan Memanas, Korban Kini Digugat Balik Agensi
- Bupati Pamekasan Tiga Kali Tinjau SGMRP Demi Sukseskan Puncak Hardiknas Jatim 2026
- Jelang Iduladha, PLN ULP Pamekasan Perkuat Jaringan demi Cegah Gangguan Listrik
Namun, saat korban sedang memperbaiki kabel, anak korban Nur Aini memasang kembali colokan yang sudah dilepas. Mohammad Fakih pun langsung tersengat listrik. Ia ditemukan meninggal oleh Murtafiah (istrinya) dalam keadaan lemas terkapar di sawah belakang rumahnya sekitar pukul 05.45 WIB.
Korban sempat dibawa ke RSUD dr. Martodirjo Pamekasan, namun tak dapat diselamatkan.
Kejadian tersebut dibenarkan Kapolsek Pademawu AKP Suryono. "Di waktu yang bersamaan tiba-tiba terdengar suara teriakan 'Allah' yang cukup lantang dari belakang rumah korban," kata AKP Suryono. Jum'at (03/01/20) pagi.
"Istri korban mendengar teriakan itu, lalu langsung melihat ke belakang rumahnya. Ternyata benar suaminya sudah terkapar kena setrum," sambung dia.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




