Sabtu, 17 April 2021 21:29

Motif Pembunuhan Guru SMP di Jombang Terungkap, Pelakunya Pasutri

Jumat, 24 Januari 2020 16:38 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Aan Amrulloh
Motif Pembunuhan Guru SMP di Jombang Terungkap, Pelakunya Pasutri
Pasutri tersangka pembunuh guru SMP Negeri 1 Perak. foto: AAN AMRULLOH/ BANGSAONLINE

JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Motif pembunuhan Elly Marida (45), guru SMP Negeri 1 Perak, Kabupaten Jombang, akhirnya terungkap. Pelaku ternyata menginginkan harta benda korban.

Dari keterangan polisi, tersangka yang diketahui bernama Wahyu Puji Winarno (30), asal Desa Cangkringrandu, Kecamatan Perak, ini tak sendirian dalam menjalankan aksinya. Ia melancarkan aksinya bersama sang istri yang bernama Sari Wahyu Ningsih (21).

Pasutri tersebut nekat membunuh guru SMPN 1 Perak hanya untuk merampas barang berharga korban. Saat menjalankan aksinya, mereka berpura-pura menyewa kamar kos di rumah korban.

Kapolres Jombang, AKBP Boby Pa'ludin Tambunan mengungkapkan, Puji dan Sari datang ke rumah korban yang berada di Dusun Tondowulan, Desa Temuwulan, pada Sabtu 21 Desember 2019 pagi. Pasutri yang dikaruniai satu anak ini akan menyewa kamar kos di rumah korban.

BACA JUGA : 

Mayat Perempuan di Lahan Tebu Mojowarno Ternyata Korban Pembunuhan, Pelakunya 3 Orang

Polres Jombang Ungkap 25 Kasus Pidana Selama Januari 2021

Tewasnya Pemuda di Jombang Akibat Dikeroyok Saat Malam Tahun Baru, Gara-gara Postingan di Medsos

Pemuda di Jombang Tewas Dikeroyok Saat Malam Tahun Baru

“Awalnya mereka berniat mencari kos-kosan. Melihat harta korban, maka timbullah niat jahat mereka untuk menguasai,” ucap kapolres saat menggelar pers rilis di Mapolres Jombang, Jumat (24/01/20).

Lantaran tergiur dengan barang berharga milik korban, pasutri tersebut pulang untuk merencanakan perampokan. Mereka kemudian kembali ke rumah korban pada siang harinya. Namun, Puji sudah menyiapkan sebilah pisau dapur. Dengan alasan berpura-pura menyewa salah satu kamar kos, Elly (korban) pun tidak menaruh curiga.

“Pelaku perempuan menemui korban dan berbincang, sementara suaminya masuk lewat dapur. Korban dicekik dari belakang sampai lemas, kemudian dieksekusi. Mengetahui korban belum meninggal, selanjutnya dipukul pakai paving,” terang Boby.

Akibat perlakuan sadis pelaku, ibu dua anak itu tewas bersimbah darah di bagian belakang rumahnya. Dia menderita luka di bagian kepala dan pelipis. Usai korban tewas, Puji dan Sari mencuri barang berharga milik Elly yaitu sebuah ponsel, gelang emas, dan uang Rp 350 ribu.

“Dari pengakuan tersangka, hasil kejahatannya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari. Sebab pekerjaan pelaku pria adalah kuli bangunan. Mereka dijerat dengan pasal 339 KUHP subsider Pasal 338 dan 365 KUHP, dengan ancaman hukumannya maksimal seumur hidup atau 20 tahun penjara,” pungkas mantan Kapolres Bangkalan itu.

​Mengenang Masa Lalu, Ngabuburit Sambil Bermain Meriam Bambu
Jumat, 16 April 2021 22:03 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Ada beragam cara yang bisa dilakukan untuk mengisi waktu menunggu berbuka puasa, atau ngabuburit.Salah satunya seperti yang dilakukan bocah di Kota Pasuruan, Jawa Timur. mereka bermain meriam bambu di tanah lapang.Sepert...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 17 April 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Setelah banyak mendapat dukungan dari para tokoh, dokter, dan bahkan jenderal, tampaknya uji fase II Vaksin Nusantara akan lanjut. Tentu di luar BPOM.Apa itu Ilegal? Nah, silakan ikuti tulisan Dahlan Iskan di Disway d...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 17 April 2021 11:15 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...