Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar (berbaju batik) dan Ketua YKI Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar bersama pengurus YKI Kota Kediri.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Penyintas atau penderita suatu penyakit berkepanjangan adalah orang yang harus selalu berpikir positif. Berarti juga harus membentengi diri dari hal-hal yang membuat mental jatuh. Demikian juga yang harus dilakukan oleh penyintas kanker.
Untuk mendorong para penyintas kanker selalu berpikiran posisif, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Kota Kediri mengadakan seminar dengan tema, "Peningkatan Kualitas Hidup Penderita Kanker," Selasa (25/2) di Taman Brantas, Kota Kediri.
BACA JUGA:
- Dosen ITS Gagas Penyembuhan Kanker Anak Melalui Pendekatan Multisensory Healing Model
- JKN Menjadi Harapan Baru Bagi Sri untuk Bertahan dan Melanjutkan Pengobatan Kanker
- Hari Pahlawan Jadi Semangat Program JKN untuk Saling Bantu Ringankan Pengobatan Pasien Kanker
- Tingkat Inflasi Kota Kediri Duduki Urutan Terendah Kedua se-Jatim di Akhir Tahun 2024
Seminar yang dipandu oleh dr Lutfi dari YKI Kota Kediri dengan mendatangkan dua narasumber yaitu dr Sjahjenny Mustokoweni dari YKI Provinsi Jawa Timur dan dr Rr. Hessi Harisawati dari RSUD Gambiran.
Ketua YKI Kota Kediri Ferry Silviana Abu Bakar mengatakan, dipilihnya Taman Brantas sebagai tempat seminar diharapkan agar para peserta bisa menghirup udara segar dan melihat pemandangan yang asri dan hijau.
"Ini termasuk salah satu tempat favorit saya untuk mengadakan kegiatan. Kemarin saya usulkan untuk acaranya ini outdoor. Jangan di dalam ruangan saja biar nggak bosan karena pemandangannya hanya tembok. Kalau di outdoor gini sambil refreshing melihat hijau-hijau, udaranya bersih, segar," kata Bunda Fe, sapaan akrab istri wali kota Kediri.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang juga hadir dalam kesempatan tersebut memberikan arahan sekaligus memantik semangat para penyintas kanker agar terus berjuang dan menjalani hidup dengan bahagia.
"Saya sangat senang dan bangga di Kota Kediri kita bisa mengadakan seminar kanker. Tadi sudah dijelaskan bahwa ini adalah kegiatan kemanusiaan yang diadakan di Kota Kediri. Saya melihat banyak sekali masyarakat kita yang terkena kanker tapi dia nggak ngerti. Jadi harus diedukasi terus menerus," kata Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri itu.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




