Perwakilan Satuan Koarmada II mendapat penghargaan usai mengikuti lomba Peran Penanggulangan Kebakaran (PEK).
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Setelah berupaya ekstra keras serta mengeluarkan seluruh kemampuan maksimal dalam penampilan di hari pertama Lomba Peran Penanggulangan Kebakaran (PEK) Antar Satuan Koarmada II, Satuan Kapal Eskorta atau Eskorta akhirnya berhasil meraih gelar sebagai tim terbaik sekaligus tercepat dalam menanggulangi kebakaran.
Hasil tersebut diperoleh saat pelaksanaan hari terakhir lomba sekaligus penutupan yang digelar di Komando Latihan Koarmada II, pada Rabu (26/2). Dari penilaian juri yang cukup ketat, Satkor dengan skor 390 berhasil mengungguli dua tim peserta lainnya yakni Satuan Kapal Amfibi yang mendapat skor 382, serta Satuan Kapal Cepat dengan skor 361.
BACA JUGA:
- Operasi SAR KMP Tunu Pratama Memasuki Fase Bawah Air, Koarmada II Kerahkan ROV
- Komitmen TNI AL dalam Pembinaan Olahraga Nasional, Koarmada II Gelar Kejurnas Karate
- Targetkan Capai 70 Persen, Pangkoarmada II Gelar Serbuan Vaksin di Ngawi 30 Ribu Dosis
- 3.000 Warga Blitar Mendapatkan Telur Gratis Usai Mengikuti Vaksinasi
Ketiganya berhasil mengalahkan 5 tim lainnya dari Satuan Kapal Ranjau, Satuan Kapal Selam, Satuan Kapal Bantu, Satuan Kopaska, dan Dislambair setelah tampil maksimal dalam empat peran penanggulangan yang harus diselesaikan oleh tiap tim dalam lomba PEK yang dimulai sejak Senin (24/2) ini.

Empat peran tersebut yakni Kebakaran Kecil di Dalam, Kebakaran Kecil di Luar, Kebakaran Besar di Dalam dan Kebakaran Besar di Luar. Sementara penilaian dilakukan berdasarkan waktu yang dihabiskan setiap tim untuk menanggulangi api.
Menanggapi hasil pelaksanaan lomba PEK antar satuan di Koarmada II ini, Komandan Satfib Kolonel Laut (P) Teguh Iman Wibowo saat mewakili Panglima Koarmada II Laksda TNI Heru Kusmanto menutup pelaksanaan lomba mengatakan jika penanggulangan bahaya kebakaran bukan cuma dibebankan kepada tim PEK saja, tapi juga tugas bersama setiap personel jajaran Koarmada II agar kerugian personel dan material dapat dihindari.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




