Bupati Pungkasiadi ketika memimpin rapat Gugus Tugas Covid-19.
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Corona yang mulai mewabah di Indonesia mendapat atensi dari Bupati Pungkasiadi. Orang nomer satu di Pemkab Mojokerto itu memimpin langsung rapat gugus tugas Covid-19.
Pihak Diskominfo l, juga berencana membuat Covid-19 Center dengan kontak pengaduan di nomor 112 untuk menekan pergerakan virus asal Wuhan.
BACA JUGA:
- HUT ke-733 Kabupaten Mojokerto, Gus Barra Paparkan Beragam Prestasi dan 9 Program Strategis 2026
- Investasi di Kabupaten Mojokerto pada 2025 Capai Rp4,45 Triliun, Gus Barra Apresiasi Sektor Industri
- Sekda Mojokerto: Bukan Dipanggil, Justru Kami Sengaja Datang ke KPK untuk Konsultasi
- Khofifah Resmikan IPA SPAM Mojolagres dan Beri Bantuan 400 Drum Aspal ke Pemkab Mojokerto
“Event-event di Kabupaten Mojokerto tidak dihentikan, tapi dibicarakan lagi dan koordinasi dengan pihak terkait. Ini agar masyarakat kita tidak panik. Corona bukan lagi Kejadian Luar Biasa (KLB), tapi sudah bencana nasional,” tegas bupati Pung dalam rapat, Minggu (15/3) pagi tadi.
Adapun gugus tugas Covid-19 yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Mojokerto antara lain, menyiapkan ruang isolasi di RS yang ditunjuk, menggalakkan cuci tangan dan memakai hand sanitizer, kerja bakti lingkungan, tidak berkumpul di keramaian, melakukan penyemprotan cairan disinfektan di tempat umum, mengajak masyarakat tidak panik dan melakukan PHBS (makan sayur, buah, olah raga, dan istirahat yang cukup), tidak panik, dan membuat laporan secara tertulis.
Beberapa pembahasan OPD dalam rapat antara lain terkait langkah pengamaman peserta didik sekolah. Menurut keterangan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, tidak ditemukan gejala atau kasus di sekolah-sekolah Kabupaten Mojokerto.
“Sekolah-sekolah di daerah lain yang diliburkan itu sudah terdeteksi. Alhamdulillah kita tidak ada. Berbekal arahan dari Gubernur Jawa Timur, tidak ada satu pun item yang menginstruksikan peliburan sekolah. Anak-anak didik sudah kita arahkan untuk rajin cuci tangan, ini sifatnya pencegahan. Sarpras cuci tangan juga harus tersedia. Tentu dengan antisipasi juga. Peran UKS pun kami dorong. Beberapa sekolah dilaporkan berencana study tour ke kota lain. Hal itu akan kita tindaklanjuti,” kata Dinas Pendidikan.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




