Kadinkes Gresik dr. Saifudin Ghozali ketika menyalurkan bantuan APD. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkab Gresik hingga sekarang belum bisa mengadakan rapid test untuk mendeteksi awal paparan virus Corona (Covid-19). Hal ini lantaran Dinkes belum berhasil melakukan pengadaan alat rapid test, karena belum menemukan penyedia.
"Kami belum bisa melakukan rapid test karena kami kesulitan mendapatkan alat tersebut," ujar Ghozali melalui keterangan tertulis yang dikirim kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (10/4).
BACA JUGA:
- Izin PKL Kali Avoor di Driyorejo Gresik Disebut Sudah Kedaluwarsa Lebih dari Belasan Tahun Lalu
- Sekda dan Kepala Disperta Gresik Pensiun, 5 Jabatan Eselon II Kosong
- Usai Tragedi Santri Gantung Diri, Pemkab Gresik Dampingi Psikologis Anak di Ponpes Al-Amin
- Deklarasi SPMB 2026, Bupati Gresik Tegaskan Tolak Titipan dan Pungli
Menurut Ghozali, Dinkes sudah berkali-kali mengadakan pengadaan alat rapid test, dan diikuti oleh sejumlah rekanan (supplier). Mereka berjanji bisa menyediakan alat rapid test dengan batas waktu yang telah disepakati.
"Namun faktanya, janji mereka tak bisa diwujudkan. Jadi, dari sekian suplier yang datang, tak satu pun yang terbukti bisa memenuhi rapid test yang kami butuhkan," terangnya.
Hingga sekarang, tambah Ghozali, anggaran untuk pengadaan rapid test masih tersedia dan belum terserap. "Kami masih berusaha mencari rapid test tersebut," pungkasnya.(hud/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




