Bupati Fadeli didampingi Wabup Kartika Hidayati, Dandim Letkol inf Sidik Wiyono dan Kapolres AKBP Harun.
Menurut Fadeli, banjir yang terhitung lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya ini, Pemkab Lamongan juga telah menyiapkan beras sebanyak 2 ton.
"Besok tetap kami kirim sesuai ketentuan 0,4 ons per orang, 4 ons satu hari untuk saat ini 25 ribu jiwa yang terdampak, berapapun akan terus kami berikan secara bertahap," ujarnya.
Ketua DPRD Kabupaten Lamongan, Abdul Ghofur usai meninjau lokasi banjir di Desa Tambak Ploso Kecamatan Turi meminta Dinas Sumber Daya Air melakukan langkah-langkah kongkrit. "Kita minta Dinas terkait tanggap dengan kondisi seperti ini, tidak usah menunggu waktu lama," ujarnya.
Sementara, dampak banjir menyebabkan rumah warga tergenang. "Jumlah total terdampak rumah yang tergenang 7.461 rumah, sampai tadi malam datanya 25.692 jiwa," ucapnya.
Dari 12 Kecamatan tersebut, kecamatan yang paling parah terdampak banjir ada di Kecamatan Turi dengan 7 desa. "Rumah yang terdampak ada 710 rumah, dan jiwa yang terdampak ada 3991 jiwa," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Mugito, di Kecamatan Karangbinangun terdapat 7 desa 7ang berakibat 254 rumah dan jiwa 771 yang terdampak. "Glagah 56 desa, 322 rumah, 1222 jiwa. Kalitengah 8 desa, 325 rumah, 1403 jiwa. Sukodadi 10 desa, 10 rumah, 168 jiwa," katanya.
Sedangkan di wilayah tengah, sambung Mugito, di Kecamatan Kota Lamongan, terdapat 7 desa, 125 rumah, dan 370 jiwa. "Deket 364 rumah, 1271 jiwa," tuturnya.
Untuk di wilayah selatan, ada 4 kecamatan yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Tikung, Modo, Kedungpring, dan Kembangbahu. "Di Kecamatan Modo ada 13 rumah, tanggul irigasi jebol di Sidomulyo, Kedungpring 4 desa, 128 rumah, 384 jiwa, Kembangbahu 2 desa, 24 rumah, 72 jiwa, dan Tikung, 3 desa, menggenangi lahan pertanian,"pungkas Mugito. (qom/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




