Salah satu pekerjaan jaringan irigasi di Kabupaten Pasuruan yang dibangun tahun 2020.
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pengerjaan pembangunan jaringan irigasi yang dilaksanakan Dinas Sumberdaya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan di 55 titik tidak bisa maksimal. Kendalanya adalah hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Sumberdaya Air dan Tata Ruang Ir. Misbah Zunib saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Kamis (16/4). Ia mengatakan, rehab jaringan irigasi itu salah satunya bertujuan untuk mendukung kelancaran irigasi pertanian di Kabupaten Pasuruan.
BACA JUGA:
- Proyek Jalan Kedungringin Tetap Berlanjut, Target Rampung Akhir 2025
- Dianggap Ingkari Janji, Warga Kedungringin Pasuruan Hentikan Sementara Proyek Jalan Rp3,6 Miliar
- Proyek Revitalisasi Alun-Alun Bangil Tinggal Finishing
- PT BKP Dilaporkan Soal Proyek Gedung BPBD Pasuruan, Lujeng: Lelang Sudah Sesuai Prosedur
Adapun anggaran yang disiapkan sebesar Rp 10,101 miliar bersumber dari APBD Kabupaten Pasuruan.
"Tahun 2020, dinas melakukan perbaikan jaringan irigasi sebanyak 55 titik. Untuk lokasinya tersebar di 4 UPD Dinas Pengairan yang kontraknya pada bulan Februari atau sebelum adanya edaran Bupati Pasuruan," jelasnya.
Meski terkendala turunnya hujan, Misbah mewanti-wanti para rekanan agar betul-betul memperhatian kualitas pekerjaan, sesuai dengan dukumen kontrak yang sudah ditandatangani.
Misbah mengungkapkan, dari 55 paket pekerjaan yang digulirkan, 15 di antaranya sudah rampung. Sementara 40 titik sisanya masih dalam proses finishing.
"Agar tidak sampai mengalami keterlambatan, kami telah menyarankan rekanan untuk melakukan upaya antisipasi berupa penambahan pekerja, agar rehab bisa lebih cepat," tambahnya.
"Kami optimis sisa pekerjaan tidak akan mengalami keterlambatan, mengingat masa berakhirnya kontrak kerja masih tersisa 3 pekan, yakni pada tanggal 9 Mei," pungkasnya. (bib/par/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




