Kepala DKUPP Kota Probolinggo, Gatot Wahyudi.
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Di awal puasa Ramadhan tahun ini, harga gula pasir melambung di pasaran Probolinggo. Bahkan, harganya tembus Rp 17 ribu sampai Rp 19 ribu per kilo. Melambungnya harga gula pasir tersebut membuat masyarakat dan sejumlah pengusaha makanan dan minuman kelimpungan.
Kepala DKUPP Kota Probolinggo, Gatot Wahyudi menjelaskan, harga gula pasir di pasaran sebelumnya Rp 12 ribu per kilo. “Sekarang ini naik menjadi Rp 17 ribu per kilo di pasaran,” tandasnya kepada wartawan, Kamis (23/4).
BACA JUGA:
- Puasa Enaknya Buat Kolak Labu Kuning dan Pisang Manis, Ini Resep dan Cara Buatnya
- Cabai di Surabaya Turun, Simak Perubahan Harga Bahan Pokok 10 Maret 2025
- Harga Sembako Jatim 10 Maret 2025: Cabai Besar Rp42.430/kg, Gula Rp17.213/kg
- Ibu-ibu Bakal Rugi karena Salah Simpan Garam dan Gula di Tempat ini Saat Musim Hujan, Kenapa?
Gatot menambahkan, melambungnya harga gula di pasaran tidak hanya terjadi di Kota Probolinggo. Melainkan juga dialami di daerah lainnya. Bahkan harganya ada yang mencapai Rp 20 ribu perkilo.
“Jadi tidak hanya di Probolinggo saja,” katanya.
Salah satu solusi untuk menurunkan harga tersebut, pemerintah pusat rencananya akan mengimpor gula pasir. Sementara itu, salah seorang pedagang minuman es di Kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, Sulastri mengatakan, melambungnya harga gula pasir di pasaran berpengaruh terhadap usahanya.
“Dampaknya berpengaruh terhadap omset setiap harinya,” katanya. (prb1/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




