Jenazah Gatot Suroso, warga Jl Pabean Asri Kecamatan Sedati yang meninggal mendadak, saat hendak dimasukkan ambulans.
Di Perumahan Pabean Asri, Sedati, Gatot Suroso mendadak tutup usia. Awalnya, pukul 06.00, Gatot dibangunkan istrinya, Suti Rahayu. Berulang kali, perempuan 69 tahun itu mengguncang-guncangkan tubuh korban, namun tidak ada respons. Suaminya tetap menutup mata.
Suti panik. Dia bergegas meminta bantuan tetangga terdekat. Mendengar penjelasan Suti, warga urung membantu. Lantaran takut.
Alhasil, warga menghubungi puskesmas Sedati. Setelah tiba, Gatot langsung diperiksa. Petugas menyatakan pria 76 tahun itu sudah meninggal dunia.
Kanitreskrim Polsek Sedati Ipda Febi Andis Feridan menjelaskan korban dievakuasi dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD). Jenazah dibawa ke RSUD Sidoarjo. "Untuk pemeriksaan medis lebih lanjut," jelasnya.
Sementara itu, RSUD Sidoarjo melakukan pemeriksaan dua korban yang meninggal mendadak. Dirut RSUD Sidoarjo dr Atok Irawan sp.P menuturkan dua warga yang tutup usia itu disebabkan serangan jantung mendadak. Sering disebut infark miokard acute. "Bukan Covid-19," ucapnya.
Sebelumnya, tiga orang meninggal mendadak tiga hari lalu. Budiman mendadak meninggal saat ngopi di Desa Siwalanpanji, Buduran. Sulihan tutup usia saat dibonceng temannya di Jalan Raya Buncitan, Sedati. Sedangkan di Wonoayu, Rusmiani meninggal karena sakit typus. (cat/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




