Minggu, 01 Agustus 2021 05:42

Kebiasaan Warga Hitung Uang Pakai Ludah, Bupati Ngawi Imbau Perbankan Lebih Waspada

Rabu, 13 Mei 2020 19:02 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Zainal Abidin
Kebiasaan Warga Hitung Uang Pakai Ludah, Bupati Ngawi Imbau Perbankan Lebih Waspada
Bupati Ngawi Budi Sulistyono.

NGAWI, BANGSAONLINE.com - Dengan jumlah pasien yang positif Covid-19 yang cenderung meningkat, Bupati Ngawi Budi Sulistyono memberikan imbauan, khusunya kepada dunia perbankan, agar lebih waspada.

Menurutnya, karyawan perbankan lebih berisiko untuk terpapar virus Corona. Hal tersebut berkaitan dengan perputaran uang. Di sisi lain, dunia perbankan tidak mungkin dihentikan operasionalnya.

"Kita wajibkan semua perbankan me-rapid anggotanya sehingga kita tahu betul perbankan yang tidak dapat dihentikan operasionalnya, maka harus diwaspadai betul," jelas Budi Sulistyono pada awak media, Rabu (13/05).

Hal tersebut berkaitan dengan kebiasaan dari masyarakat yang menghitung uang dengan menggunakan droplet (ludah). Sehingga melalui uang tersebut dimungkinkan virus asal negeri Cina tersebut dapat tersebar. 

BACA JUGA : 

Bantu Warga Terdampak Covid-19, Anggota Koramil Mantingan Bagikan Sembako di Wilayah Binaan

Semester I 2021, Pengguna Mobile Banking Bank Jatim Tumbuh 18 Persen

Bupati Bersama Kapolres Ngawi Salurkan Bansos Kemenko Marves ke Warga Terdampak Covid-19

Ngawi Berlakukan PPKM Level 4, Petugas Gabungan Semakin Giat Patroli

"Apalagi diperkuat dengan kebiasaan masyarakat yang belum semua memanfaatkan mesin ATM ataupun transaksi elektronik. Sehingga kemungkinan penyebaran melalui uang lebih besar," ujarnya.

Ia mencontohkan, pasien yang pertama Covid-19 di Ngawi yang merupakan seorang petani dengan aktivitas sering melakukan jual beli gabah atau beras di beberapa wilayah sekitar Ngawi. Meski demikian, hingga saat ini pasien tersebut masih dalam kajian, terkait klaster yang belum diketahui.

"Hubungan uang adalah hubungan yang paling rawan. Mungkin kalau dari bank keluar lebih banyak sehatnya daripada uang yang masuk ke bank," terangnya.

Untuk pencegahan, ia berharap ke depan masyarakat memanfaatkan transaksi elektronik. "Apalagi kebiasaan orang-orang Indonesia menghitung uang memakai droplet," pungkasnya. (nal/ian)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...